Yogyapos.com (YOGYA) - DPC PKB Kota Yogyakarta, Sabtu sore (13/5/23) mendaftarkan 40 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ke KPUD Kota Jalan Magelang Yogyakarta. Diantara mereka tercatat satu Bacaleg dari agama Nasrani. Ini konsekuensi PKB sebagai partai yang mengedepankan pluralisme atas dasar pesatuan kesatuan.
“Partai ini kan didirikan oleh Gus Dur atas dasar persatuan kesatuan. Kami – PKB - mengedepankan pluralisme. Jadi tidak kami membatasi bahwa PKB itu hanya untuk warga nahdliyin (NU) saja atau ini partai Islam tidak. Kami membuka diri kepada saudara-saudara kita yang non muslim. Kita membuka untuk mereka yang mau berpartisipasi atau mengikuti kontestasi ini di dalam pemilihan legislatif (pileg) 2024 sehingga bacaleg di PKB itu juga ada yang dari Nasrani,” ujar Ketua DPC PKB Kota Yogyakarta Sholihul Hadi kepada yogyapos.com.
Menuju KPU Kota Yogya
KPUD Kota menyatakan Berkas Bacaleg PKB yang diserahkan telah dinyatakan lengkap. Lengkapnya seluruh persyaratan pendaftaran bacaleg ini, partai besutan NU ini diterima dan berhak mengikuti tahap selanjutnya.
Ada 40 nama Bacaleg PKB dan siap bertarung dalam Pemilu 2024 mendatang. Kata Sholihul Hadi, dari total Bacaleg yang didaftarkan, terhadap 15 perempuan sehingga kuota keikutsertaan perempuan dalam dari PKB Kota Yogyakarta telah memenuhi syarat. Para Bacaleg yang diserahkan ke KPUD, mayoritas wajah baru.
“Pertama rekrutmen caleg itu di DPC PKB Kota Yogjakarta 40%. Itu unsur milenial kemudian 30% unsur dari di luar dari struktural, seperti pengusaha banyak yang masuk kemudian sisanya unsur struktural seperti saya, Ketua DPC, wakil sekretaris, sekretaris, bendahara juga maju sebagai caleg.”
Para Bacaleg PKB bersama kader lainnya dan simpatisan usai pendaftaran di Kantor KPU Yogya
Sholihul mengatakan, DPC PKB Kota Yogyakarta menargetkan tiga kursi di DPRD Kota agar dapat membentuk fraksi. Tiga kursi yang bisa direbut PKB Kota diperkirakan di Dapil 1 (Panewon Mantrijeron, Kraton, Mergangsan), Dapil 3 (Panewon Tegalrejo, Jetis, Gedongtengen) dan Dapil 5 (Panewon Kotagede dan Umbulharjo).
Solihul Hadi mengaku optimis target yang telah diberikan DPW DIY untuk merebut minimal tiga kursi dapat tercapat. Terlebih lagi persiapan yang dilakukan pada pilkada kali ini cukup matang dengan rentang waktu yang cukup panjang.

Di samping itu, lanjut Ketua DPC PKB, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan para Kiai, pondok pesantren, pengurus NU di Kota Yogyakarta. Bagaimanapun perjuangan PKB prosentasenya untuk kepentingan warga Nahdiyin. PKB kota Yogyakarta ini belum pernah mendapatkan kursi setelah empat periode Pemilu.
“Dulu pemilu 1999 pernah mendapatkan kursi itupun ketika masih sistem proporsional tertutup. Dari hasil akumulasi secara keseluruhan dan hari ini kita memiliki optimisme. Tahun 2019 perolehan suara kita kenaikannya 300 persen dari perolehan suara tahun sebelumnya. Saat itu jarak yang singkat, dimana kampanye tidak lebih dari tiga bulan. Kini kita dipersiapkan dengan rentang waktu yang cukup panjang, artinya melihat perkembangannya tahun ini dan tahun lalu sangat berbeda,” pungkasnya. (Yuliantoro)
