Yogyapos.com (YOGYA) - Kerusuhan demo omnibuslaw beberapa waktu lalu di DPRD DIY berdampak pada sejumlah pekerja informal. Seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), tukang becak, juru parkir, kusir andong. Bahkan ada perlengkapan mereka yang rusak akibat aksi massa.
Merespon hal tersebut, sejumlah aktivis Jogja Guyub serta Gugus Tugas Ekonomi JerCovid bentukan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bersama asosiasi dunia usaha (ISEI) DIY, membarikan santunan kepada para pekerja informal yang terdampak, Senin (12/10/2020) di kantor DPRD DIY. Secara simbolis GKR Hayu menyerahkan bantuan tersebut.
Menurut GKR Hayu, ini adalah ujud empati dan peduli kepada para PKL, tukang becak, juru parker, kusir andong yang merasakan dampak kerusuhan tersebut.
“Kami memberikan paket sembako, obat-obatan, masker dan uang tunai. Semoga bermanfaat dan berguna bagi yang menerimanya,” ujar putri ke empat Sultan HB X ini.
GKR hayu menambahkan, aksi rusuh tersebut berdampak besar bagi sektor ekonomi. Semoga momentum ini bisa menjadi stimulus kebangkitan ekonomi di wilayah Yogyakarta dan tetap memprioritaskan gotong royong, guyub rukun.
Dalam kesempatan tersebut Jogja Guyub sangat mengapresiasi pendekatan kultural untuk mencegah resistensi gejolak yang timbul. Menolak segala bentuk aksi kekerasan yang merugikan masyarakat, mendukung langkah pemda DIY dalam pemulihan ekonomi, dan mendesak apparat keamanan untuk menindak secara tegas para pelaku kerusuhan. (Fadholy)
