PKS Sleman Gelorakan Spiritualisme Berdemokrasi

share on:
Pengajian Nuzulul Quran ini terbuka untuk umum secara online dan mengambil tema ‘Bersama Membumikan Islam Rahmatan Lil’alamin’. Acara live dengan menerapkan porotokol kesehatan, di Hotel Savita Inn, Rabu (28/4/2021) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sleman telah memprogramkan secara rutin berbagai peringatan hari besar Islam. Salah satunya adalah pengajian umum Nuzulul Quran 1442 H.

Ketua Panitia, Tri Wibowo, menjelaskan pengajian Nuzulul Quran ini terbuka untuk umum secara online dan mengambil tema ‘Bersama Membumikan Islam Rahmatan Lil’alamin’. Acara live dengan menerapkan porotokol kesehatan, di Hotel Savita Inn, Rabu (28/4/2021) petang. 

Diungkapkan, PKS memiliki visi sebagai partai Islam rahmatan lil ‘alamin yang kokoh dan terdepan membela rakyat dan NKRI. Visi tersebut menunjukkan perpaduan harmonis antara nasionalisme, spiritualisme dan humanisme. Upaya menggali nilai-nilai spiritual terus dilakukan DPD PKS Sleman guna menerjemahkan visi tersebut ketataran praktis, khususnya dalam kepemimpinan semua lini di Kabupaten Sleman.

Acara pengajian Nuzulul Quran merpakan salah satu implementasi dari visi tersebut. Menghadirkan penceramah KH Dr M Wildan MA yang juga Ketua MUI Sleman.

Ketua DPD Sleman, Indra Gumilar dalam sambutannya menyampaikan, spirit Al Quran diharapkan dapat diaktualisasikan di dunia keseharian, termasuk dalam politik dan pemerintahan. Selama ini politik dan pemerintahan masih dipersepsikan kotor dan menjadi salah satu episentrum korupsi di negeri ini.

Lebih lanjut, pria asal Ngemplak ini menegaskan bahwa PKS Sleman mengajak kepada semua pihak untuk menerapkan spiritualisme dalam perpolitikan dan pembangunan di Sleman.

“Semua agama mengajarkan kebaikan. Harapannya internalisasi spiritual oleh masing-masing pihak sesuai agamanya dapat membentengi diri dari godaan korupsi dan memotivasi diri untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Sedangkan KH M Wildan dalam pengajian menitikberatkan bagaimana membumikan Al Quran secara kontekstual. Beliau juga mengapresiasi PKS sebagai partai politik Islam yang konsisten menyelenggarakan peringatan hari besar Islam dan mengaktualisasikannya dalam berjuang di panggung politik.

“Semua politisi dan pemimpin penting memiliki karakter religius dan nasionalis agar Indonesia terus sejuk, damai,dan mampu menjadi negara maju di dunia,” pesannya menutup ceramah. (*/Met)

 

 


share on: