Yogyapos.com (SLEMAN) - Semburan awan panas dari Gunung Merapi yang terjadi berturut-turut pekan ini memaksa sebagian warga rentan dievakuasi.
Merespon hal itu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Sleman bergerak dengan menerjunkan relawan di barak pengungsian. Selain itu, DPD PKS juga menyalurkan bantuan kepada para pengungsi.
“Pada kesempatan ini kami ingin mengkonfirmasi kebutuhan di barak agar para pengungsi bisa terlayani dengan baik. Alhamdulillah sejak Kamis (28/1/2021) lalu kami menerjunkan relawan dan memberikan bantuan kepada pengungsi,” ungkap Yani Fathurahman, Sekretaris DPD PKS Sleman kepada yogyapos.com, Sabtu (30/1/2021).
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman ini juga menekankan menjaga protokol kesehatan selama di pengungsian. Dari 3 RT di dusun Turgo, Purwobinangun terdapat 145 jiwa yang menempati posko ini. Relawan PKS membawa sejumlah bantuan bahan makanan. Selain itu, relawan juga membawa bantuan masker medis bagi pengungsi.
“Di tengah situasi siaga Merapi, protokol kesehatan harus tetap menjadi prioritas,” imbuh Yani.
Relawan PKS juga berkordinasi dengan petugas lapangan dan relawan lainnya untuk kordinasi mendata kondisi barak. Hingga Sabtu (30/1) ini, Relawan PKS telah menyalurkan bantuan lagi dan juga juga membantu penyaluran bantuan dari elemen masyarakat lain selama di Posko, seperti dari anggota DPRD DIY, Huda Tri Yudayana dan Salimah DIY.
Selain di barak pengungsian, Relawan PKS juga tergabung dengan Tim SAR DIY untuk melakukan tugas jaga di Posko Pemantauan Merapi.
“Kami sudah menjalani piket bersama Tim SAR DIY sejak awal Januari. Kegiatan ini dilakukan relawan secara berkala dan bergantian. Bukan hanya memantau aktivitas Merapi, relawan juga memantau aktivitas masyarakat di sekitar Merapi,” tegas Gilang Koordinator Relawan PKS Sleman. (*/Met)
