Polisi Gadungan Peras Petugas Koperasi

share on:
Petugas menunjukan tersangka dan barang bukti di Mapolres Bantul, Selasa (29/9/2020) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Mengaku polisi dan memeras petugas koperasi, SSU (38) warga Oro-oro Ombo, Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, ditangkap polisi Polda DIY, di tempat asalnya, Sabtu (26/9/2020) malam.

“SSU kami tangkap karena telah mengaku sebagai polisi dan memeras petugas koperasi asal Jawa Tengah, MM (26),” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi SH MH didampingi Kasubag Humas Iptu Sumaryoto ke[ada awak media, di Mapolres Bantul, Selasa (29/9/2020).

Ngadi menuturkan, SSU diduga kuat telah melakukan pemerasan dan penipuan dengan berpura-pura sebagai anggota Polri alias polisi gadungan. Penangkapan tersangka berawal dari laporan korban bahwa dirinya saat mengendarai sepeda motor dihentikan oleh pelaku di depan SD Bungas Sumberagung Jetis Bantul.

Tersangka menuduh korban yang berprofesi sebagai petugas sebuah koperasi ini, telah melakukan kesalahan saat menagih nasabah. Pelaku juga mengancam korban akan diborgolnya apabila melakukan perlawanan. Kemudian korban dipaksa menyerahkan uang Rp 1 juta, tas berisi 2 unit ponsel dan surat-surat penting.

“Saat melancarkan aksinya, tersangka mengaku sebagai anggota Polsek, berpenampilan layaknya polisi sungguhan sehingga korban berhasil diperdaya. Ia mengenakan jaket hijau khas polisi ditambah sepeda motor berplat kendaraan dinas kepolisian,” jelas AKP Ngadi.   

Untuk lebih meyakinkan meyakinkan, tersangka kemudian membonceng korban ke Mapolsek Jetis. Namun hanya sampai di depan Mapolsek, selanjutnya tersangka dan korban kembali di tempat awal. Di tempat tersebut korban ditinggal pergi dengan alasan mau mengambil kunci dan berkas laporan.

Setelah ditunggu lama, orang yang mengaku sebagai polisi tersebut tidak kunjung menampakkan batang hidungnya. Sadar telah menjadi korban penipuan oleh polisi gadungan, korban mendatangi Mapolsek Jetis untuk laporan.

Hasil penyidikan, total kerugian yang dialami korban sekitar Rp 7 juta.

Barang bukti yang oleh polisi berhasil diamankan dari tangan pelaku antara lain berupa satu unit sepeda motor Honda ADV berplat kendaraan dinas kepolisian, satu jaket hijau berlogo polisi, satu unit helm, dua unit handphone dan beberapa kartu identitas.

“Tersangka dijerat pasal 378 KHUP tentang penipuan dan pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Ancaman hukumannya dipenjara paling lama sembilan tahun,” tandas AKP Ngadi. (Supardi)

 

 

 

 


share on: