Yogyapos.com (JAKARTA) - Setiap tanggal 17 Mei masyarakat Indonesia memperingati Hari Buku Nasional. Peringatan Hari Buku Nasional pertama kali dicetuskan pada tahun 2002 oleh Menteri Pendidikan Kabinet Gotong Royong yang waktu itu dijabat Abdul Malik Fajar untuk memperingati pentingnya budaya membaca.
Melalui akun media sosialnya, Minggu (17/5/2020), Presiden Joko Widodo mengucapkan ‘Selamat Hari Buku Nasional, 17 Mei 2020’. Ucapan tersebut disertai ilustrasi dirinya yang sedang membaca buku. Presiden menyampaikan, menjalani hari-hari di tengah pandemi Covid-19 ini kita semua hidup dalam keterbatasan. Kegiatan terbatas, pertemuan terbatas, bahkan ruang gerak pun terbatas.
“Saat-saat seperti inilah kita lebih punya waktu untuk membaca buku, baik buku fisik maupun buku digital. Buku apa saja yang Anda baca selama masa pandemi ini?,” tanya Presiden
Ucapan senada disampaikan oleh lembaga legislatif DPR RI yang mengajak masyarakat membudayakan membaca buku, karena dengan membaca buku akan memperkaya pengetahuan kita. Sedangkan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan bahwa buku adalah jendela ilmu.
“Membaca dapat meningkatkan kualitas hidup manusia serta menjauhkan dari jurang kebodohan,”tulisnya dalam laman resmi MPR RI.
Ucapan selamat datang pula dari sejumlah lembaga tinggi negara, kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta lembaga swasta, maupun masyarakat umum melalui akun media sosial masing-masing.
Perjalanan panjang ditetapkannya Hari Buku Nasional didasarkan pada momentum hari jadi Perpustakaan Nasional RI pada 17 Mei 1980. Penetapan tersebut didorong oleh berbagai elemen masyarakat, terutama kelompok pencinta buku. Hari Buku Nasional yang setiap tahunnya diperingati ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan minat dan budaya membaca saja, tetapi juga budaya menulis di kalangan masyarakat.
Sementara Ketua Perkumpulan Literasi Indonesia, Wien Muldian dalam siaran persnya menyampaikan, untuk melanjukan kerja literasi Forum Indonesia Membaca tahun 2020, Peringatan Hari Buku di Indonesia diupayakan dapat dilaksanakan menjadi sebuah tradisi festival berskala nasional. Tujuannya merayakan hari buku dan literasi serta membuka partisipasi banyak pihak.
“Pada masa pandemi ini, kami bersama beberapa teman merancang semacam program perayaan secara daring (online). Diniatkan mengisi aktivitas literasi bersama dan bisa berinteraksi sebanyak mungkin pegiat serta komunitas lebih luas,” ujar aktivis yang sudah lebih dari 20 tahun terlibat kegiatan literasi nasional.
Muldian mengatakan, kegiatan dalam rangka memperingati hari buku berupa kerja gotong royong, mengadakan diskusi, dan dialog. Kegiatan kolaborasi daring melibatkan lebih dari 50 pegiat literasi dengan beragam latar belakang dan profesi. Ada penulis, pendidik, pengelola taman baca, wartawan, budayawan, akademisi, dan banyak lagi.
“Meramaikan Hari Buku Nasional, 17 Mei 2020, Perkumpulan Literasi Indonesia menggelar Webinar pertama bertema ‘Buku Elektronik dan Perpustakaan Digital Indonesia Masa Sekarang dan Masa Depan,” imbuhnya.
Kegiatan diskusi ini, terang Muldian, melibatkan sejumlah pembicara antara lain: Aryasatyani (Lets Read The Asia Foundation), Lasmo Sudharno (Pendiri Moco by Aksaramaya), Chatarina Trihastuti (Program Manager ProVisi Education, Divisi Room to Read), Yona Primadesi (Pengajar, Pengelola Sahabat Gorga, dan Pegiat Perkumpulan Literasi Indonesia), dan Willy Arwiguna (Pendiri Ruang Baca Aqil Malang).
“Partisipan acara terdiri dari pegiat literasi, pendidikan, perbukuan, kebudayaan, penulis, perpustakaan dan lainnya. Kapasitas diskusi langsung terbatas maksimal 100 orang di aplikasi Zoom, sedangkan peserta lainnya bisa mengikuti live streaming YouTube di akun Perkumpulan Literasi Indonesia,” pungkasnya. (Muf)
