Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc akan Dilantik Sebagai Ketua MES DIY, Catat Tanggalnya

share on:
Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) akan segera memiliki kepengurusan baru, yang dijadwalkan dilantik pada 25 Oktober 2024, di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul.

Pelantikan ini menjadi momen penting bagi perkembangan ekonomi syariah di Yogyakarta, mengingat pentingnya peran MES dalam memperkuat ekosistem halal di Yogyakarta. Pelantikan Pengurus Wilayah MES DIY ini sekaligus bersamaan waktunya dengan pembukaan SiBakul Halal Fest, ajang promosi produk-produk halal berkualitas.

Event perdana ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha halal dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk yang sesuai dengan syariat. Acara pelantikan dan pembukaan SiBakul Halal Fest ini mengundang Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) MES DIY terpilih yang akan dilantik adalah Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta dan mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2006-2014, terpilih menjadi Ketua Umum MES DIY melalui Musyawarah Wilayah Periode 2024-2027 tanggal 27 Juli 2024.

Pengukuhan pengurus ini akan dilakukan oleh Sekretaris Pengurus Pusat (PP) MES, A Iskandar Zulkarnain SE MM.

Selain pengurus harian, MES DIY juga didukung oleh tokoh-tokoh penting yang bertindak sebagai Dewan Pembina, diantaranya adalah Drs H Herry Zudianto MM, mantan Wali Kota Yogyakarta dan Dr (HC) GKR Mangkubumi, yang merupakan putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dewan Pakar MES DIY dipimpin oleh Drs H Syafaruddin Alwi MS dan Prof Mahfud Sholihin sebagai Wakil Ketua.

SiBakul Halal Fest sendiri diharapkan menjadi barometer pertumbuhan industri halal yang menampilkan berbagai produk halal. Kolaborasi antara MES DIY dan SiBakul Halal Fest diharapkan membawa dampak yang lebih besar dalam menguatkan ekosistem halal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah.

Ajang ini juga diharapkan sebagai pengembangan sektor-sektor usaha yang berbasis syariah, mengingat Yogyakarta memiliki potensi besar dalam industri halal.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Ir Srie Nurkyatsiwi MMA terdapat pasar yang sangat besar bagi pelaku usaha dan harus dimanfaatkan pasar yang begitu besar ini untuk memajukan usaha agar lebih berkembang.

“Tidak hanya di dalam negeri, banyak negara lain saat ini menerapkan kewajiban halal bagi produk yang ingin masuk ke negara mereka,” pungkasnya. (*/Met)

 

 


share on: