Profesor Ni'matul Diancam Dibunuh Resmi Melapor ke Polda DIY

share on:
Prof Ni'matul Huda didampingi tim pengacaranya dari PAA FH dan LKBH UII saat tiba di Mapolda DIY || YP-Adi

Yogyapos.com (SLEMAN) - Didampingi puluhan Forum Advokat Alumni FH (FAA FH), Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) dan mahasiswa UII, guru besar FH UII Prof Ni’matul Huda SH melaporkan ancaman pembunuhan dan fitnah yang menimpa dirinya ke Polda DIY, Selasa (2/6/2020).

Prof Ni’matul Huda tiba di Mapolda DIY sekitar pukul 09.30, langsung menuju ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Dua laporan tersebut kemudian ditangani Ditreskrimum dan Ditreskrimsus.

“Dua laporan dugaan teror ancaman pembunuhan yang merupakan pidana umum dan fitnah pencemaran nama baik melalui medsos, sehingga terkait dengan UU ITE,” ujar Koordinator FAA FH, advokat senior Aprilia Supaliyanto MS SH di sela-sela pendampingan pelaporan.

Tampak diantara 54 advokat yang mendampingi korban tersebut Daris Purba SH, Nur Ismanto SH MSi (Mantan Direktur LBH Yogya), Dr H Najib Gisymar SH, Amin Zakaria SH MH, Sunu W Ciptahutama SH, Yacob Rihwanto SH MH, Zulfikri Sofyan SH, Ivan Bert, Zamzam Wathoni SH, Mukmin Zaki SH MH, Adi Susanto SH, serta Dekan FH UII M Jamil SH MH.

Aprilia mengatakan, pelaporan dilakukan atas berbagai pertimbangan diantaranya menyangkut keselamatan orang, perampasan hak konstitusional penyampaian pendapatan dan nama baik. Laporan ini diharapkan segera ditindaklanjuti oleh kepolisian agar tidak menjadi preseden buruk bagi keselamatan orang dan kebebasan akademi maupun demokrasi itu sendiri.

Prof Ni’matul Huda sedianya akan menjadi salah satu nara sumber diskusi mengusung tema ‘Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Dintinjau dari Sistem Ketatanegaraan’ yang diselenggarakan Constitusional Law Society (CLS) FH UGM pada 29 Mei 2020.

Tapi tiga hari sebelum acara berlangsung rumahnya didatangi sekelompok orang tak dikenal dan diintimidasi akan dibunuh. Intimidasi dilakukan melalui sambungan ponselnya. Teror tersebut patut diduga akibat bias informasi yang disampaikan oleh oknum dosen melalui medsos seolah kegiatan diskusi merupakan kegiatan makar.

Atas laporan tersebut pihak Polda DIY menyatakan akan menindak lanjutinya dengan melakukan pemeriksaan para pihak, terlapor maupun saksi-saksi.

Di bagian lain, Aprilia menyatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah alat bukti yang kelak bisa dijadikan bahan bagi kepolisian untuk melakukan pengusutan tntas. “Ya kami kasus ini diusut tuntas. Tangkap pelaku teror dan pemfitnahnya,” tegas Aprilia seraya menyatakan alumni FH jumlahnya ribuan di berbagai daerah Indonesia berada di belakang Prof Ni’matul Huda. (Dol/Met)


share on: