Pro-Kontra Penambangan Pasir Mencuat di Forum Reses Dewan

share on:
Antusiasme warga mengikuti forum reses anggota DPRD Bantul Drs Pambudi Mulyo || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pro-kontra aktivitas penambangan pasir di Sungai Opak khususnya dan Pantai Selatan Kabupaten Bantul umumnya, sempat mencuat dalam forum reses anggota DPRD Bantul, Drs Pambudi Mulyo MM yang berlangsung di Gedung Pertemuaan Pemerintah Kalurahan Donotirto Kapanewon Kretek, Bantul, Senin (3/5/2021).

Dalam forum yang juga dihadiri Lurah Donotirto Jurahimi, Panewu Kretek Cahya Widada SSos MH dan Pambudi Mulyo kali ini, tentang penambagan dipertanyakan oleh sejumlah warga. Intinya masyarakat kurang setuju dan menginginkan tidak ada lagi penambangan itu.

Alasannya, karena dikhawatir dan diyakini kegiatan penambangan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan membahayakan bagi keberadaan jembatan maupun alam pantai secara umum.

“Yah aspirasi panjenengan sedoyo selaku warga, selaku pemegang kedaulatan, akan saya tampung dan disampaikan ke pihak yang berkompeten yaitu Pemkab Bantul (SatPol PP). Memang sesuai dengan ketentuan bahwa kegiatan penambangan di Pantai Selatan Bantul harus berijin dari Pemerintah DIY, Panitikismo Kraton Kasultanan Yogyakarta dan lain sebagainya,” kata Pambudi Mulyo.

Selain itu, ketentuannya pula bahwa jarak sekian meter dari arah atas dan bawah jembatan merupakan zona larangan untuk ditambang.

Memang semacam penolakan penambangan sudah sering muncul. Termasuk di Kalurahan Tirtoargo Kretek dan sejumlah tempat lainnya. Namun penambangan adalah terkait dengan masalah perut, sihingga pelik.

Pada kesempatan ini, Pambudi juga menjaringn aspirasi warga terkait dengan pembagunan di masa mendatang yang kemungkinan bisa dilaksanakan di wilayah Bantul untuk kesejahteraan masyatakat. (Supardi)

 

 

 

 


share on: