Proses Belajar Mengajar, Dari Pos Kampling ke Panggung Tari

share on:
Proses belajar mengajar pelajaran tambahan sejumlah sisw SDN Bangunrejo 2 || YP/Dok Forpi

Yogyapos.com (YOGYA) - Mulai Senin (10/02/2020) sebanyak 19 siswa kelas VI SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta tidak lagi menggunakan pos kamling di wilayah tersebut untuk tempat belajar tambahan guna menghadapi ujian nasional (UN) mendatang. Sebagai gantinya, mereka menempati panggung menari milik SDN 1 Bangunrejo.

Kepala SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta Subagya mengatakan, penggunaan panggung latihan menari milik SDN  Bangunrejo 1 Kota Yogyakarta dilakukan setelah dirinya dan Kepala SDN Bangunrejo 1 Kota Yogyakarta dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Jumat (7/02/2020) lalu untuk mencari solusi bersama agar siswa kelas VI SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta tidak lagi belajar di pos kamling.

Panggung milik SDN Bangunrejo 1 Kota Yogyakarta memang tidak begitu luas karena harus berbagi juga dengan para penjual yang ada didekat panggung. Meskipun tidak begitu luas, namun cukup untuk 19 siswa kelas VI mengikuti jam pelajaran tambahan sambil menunggu siswa kelas VI SDN Bangunrejo 1 Kota Yogyakarta pulang.

Subagya menambahkan ada 20 kursi meja belajar yang terbuat dari kayu dengan sumber anggaran dari BOSDA. “Meja belajar ini baru datang pagi tadi. Sementara alas duduk berjumlah 20 merupakan sumbangan dari orang tua siswa,” ujarnya.

Forum Pemantau Independen (Forpi Kota) Yogyakarta berharap peristiwa seperti ini kedepannya tidak perlu terjadi jika adanya saling koordinasi dan sinergitas antarsekolah yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Jangan sampai sudah ramai dipemberitaan media dan terungkap dipersidangan Tipikor, baru ada tindakan. “Yogyakarta sebagai kota inklusi jangan hanya sebatas slogan tetapi fasilitas pendukung bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) harus terpenuhi,” kata Baharudin Kamba dari Forpi Yogyakarta. (*)

 

 

 


share on: