Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman sedang menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi Gedung Museum Gunungapi Merapi tahap 2, masa kontrak pekerjaan tinggal menyisakan waktu tak kurang dari sebulan.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Zaini Anwar mengatakan, kontrak kerja proyek rehab Gedung Museum Gunungapi Merapi tahap 2 selama 120 hari kalender, saat ini telah memasuki minggu ke-14 atau periode 4 November hingga 10 November 2024.
“Memasuki minggu keempat, telah dilalui 94 hari kalender atau 78 persen, jadi masih ada sisa waktu 26 hari kalender,” kata Zaini kepada yogyapos.com, Senin (18/11/2024).
Sedangkan progres pekerjaan hingga minggu ke-14, tercapai angka deviasi mencapai 5,841 persen. Progres prestasi pekerjaan rest 74,584 persen, dari rencana sebesar 68,743 persen.
Jenis pekerjaan yang telah direalisasikan meliputi 3 zona lokasi, yakni di zona 1 di lantai 1 dilakukan pasangan batu alam andesit, lantas di lantai 2 telah dipasang backdrop/display ACP dan pekerjaan instalasi lampu. Kemudian di zona 2 (Lantai 1) meliput pekerjaan finishing plafon gypsum, pasangan batu alam andesit, pekerjaan perbaikan ramp tangga, pekerjaan plafon gypsum kamar mandi dan pekerjaan instalasi lampu.
Pada zona 2 di lantai 2 ada pekerjaan penutup lantai panggung (ruang Ir.Soekarno), pekerjaan finishing plafon gypsum dan instalasi lampu. Pada zona 3 di lantai 3 terdapat pekerjaan finishing plafon gypsum, perbaikan rumah genset dan pembuatan ruang tangki bahan bakar genset.
“Alhamdulillah semua pekerjaan on the track, pekerjaan yang sedang berjalan sekitar 25 persen, termasuk di bagian genset (bangunan lama),” katanya.
Penampakan dari depan Museum Gunung Merapi || YP-Eko Purwono
Sementara itu Taufik B Sc, pengamat konstruksi yang juga mantan Forum Pemantau Independen (Forpi) Sleman berharap kepada Pemkab Sleman untuk memperhatikan seluruh aspek proyek yang dikerjakan dengan melakukan pengawasan maksimal.
“Proyek-proyek di Sleman yang sudah berjalan untuk dilakukan pengawasan yang benar dan tegas, sehingga diharapkan hasinya berkualitas , tepat mutu, tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutur Taufik.
Diketahui, pekerjaan rehab Gedung Museum Gunungapi Merapi tahap 2 menelan anggaran mencapai Rp 5,23 miliar, anggaran bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) DIYDIY, digarap oleh kontraktor CV. Bintang Abadi Mulya. (Opo)
