PW NU DIY Launching Koin Muktamar 2020

share on:
Launching ditandai dengan memasukan koin oleh Kiai ke dalam kotak || YP/Supardi

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY melaunching koin untuk Muktamar NU Tahun 2020. Acara ini bertepatan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) 2 massa hikmad PW NU 2017/2020, yang berlangsung di Pondok  Pesantren Assalafiyah Mlangi Donotirto Gamping Sleman, Sabtu (8/2/2020).

Launching ditandai dengan cara aksi mengisi koin keedalam tempat yang disediakan olej para kiai diantaranya Mutasyar PW NU DIY KH Drs Ashari Abta MPdI, Syuriah PW NU KH Mas'ud Masduki, Syuriah PC NU Kabupaten Bantul KH Drs Damanhuri dan para Syuriah ormas Isam ini dari Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta.

Menurut KH Ashari Abta, dengan dilaunchingnya koin ini dimaksudkan untuk mengawali adanya aksi (gerakan) mengisi koin NU di tengah masyarakat di tingkat ranting (kelurahan), MWC (Kecamatan) hingga PC (Kota/Kabupaten) serta PW (Propinsi) untuk digunakan penyelenggaraan Muktamar NU 2020. 

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asek Bidang Hukum Pemerintah dan Politik DIY, Sumadi SHMH menyatakan NU yang merupakan ormas Islam terbesar telah banyak berjasa dan berperan kepada nusa bangsa dan negara Indonesia.

"Hal itu berkat NU dalam berdakwah mampu menyatukan agama dengan cultur dan budaya bangsa di tengah masyarakat. Bahkan NU juga mempunyai prinsip bahwa hubbul wathon minal iman (membela tanah air bagian dari iman. NU selama ini telah nyata sebagai ormas yang kuat dalam berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila,” ujarnya

Sedangkan Rois Syuriah PW NU DIY, KH Masud Masduki dalam Khutbah Iftitah (pidato pembuka) menyatakan, NU  memerlukan dan harus melakukan kaderisasi, mengembangkan berbagai usaha dan mampu tampil di semua tingkatan. Warga NU (Nahdziyin) harus membesarkan NU dan jangan hanya menjadikan NU sebagai kuda tunggangan.

"Salah satu wujud nyata yang harus dikembangkan oleh NU DIY dan kini telah dilakukan diantaranya  didiriakannya Universitas NU Yogyakarta (di Yogyakarta) dan Rumah Sakit NU di Kulonprogo", ungkap Masud Masduki.

Muskerwil II ini berlangsung sehari, diikuti oleh para Pengurus PW NU DIY, dan utusan PC serta MWC se-propinsi ini. Diharapkan mampu membuat sekaligus melaksanakan program kerja yang nyata. (Supardi)

 


share on: