Yogyapos.com (BANTUL) – Sebelum dibawa menggunakan sepeda motor dan dibuang ke saluran irigasi, Annisa (23) mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta yang dibunuh dengan cara dicekik lehernya oleh tersangka SS (28) asal Ogan Komering Ilir, sempat terlibat cekcok.
Puncak pembunuhan itu sesuai dengan rekonstruksi yang berlangsung di kos tersangka, Pedak Baru Rt 15 Karangbendo, Banguntapan, Bantul, Senin (25/3/2019). Dalam rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Banguntapan Kompol Suhadi, tersangka memperagakan 26 adegan, dimulai dari kedatangannya memboncengkan korban (diperagakan boneka, red) mengendarai Suzuki Satria AB 6171 HQ ke kos .
Mereka kemudian masuk kamar kos tersebut dan terlibat cekcok. Sembari tiduran, tersangka mencekik korban yang berada di sampingnya. Tersangka sempat memegang pergelangan tangan korban yang ternyata sudah tidak berdenyut.
Dalam kondisi kalut, tersangka sempat keluar kamar kos untuk cuci muka, lalu masuk lagi dan duduk di sisi korban yang sudah tida bernyawa. Selanjutnya membungkus jasad korban menggunakan selimut. Tersangka me juga sempat sholat magrib, keluar kamar kos membeli rokok dan memindahkan jasad korban ke tembok samping rumah.
Pada pukul 03.00, tersangka mengangkat jasad korban ke atas jok depan sepeda motor dan melajukannya menuju Ngabean, Secang, Magelang. Di daerah itulah jasad korban ditaruh di pinggir saluran irigasi dan digulingkannya.

Pengacara tersangka, Edy Haryanto SH ; klien kami terlihat menyesal | YP/Dok
Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada 21 Februari 2019. Dua hari kemudian jasad korban ditemukan warga Ngabean, Secang. Berkat kerjasama Polres Magelang, tersangka berhasil ditangkap.
Rekosntruksi berlangsung lancar, disaksikan oleh Dany P Febriyanto SH selaku jaksa yang menangani perkara ini dan pengacara tersangka Edy Haryanto SH. “Ya ada 26 adegang yang diperagakan klien kami, semuanya lancar meski tampak ada wajah penyesalan,” ujarnya, seraya menyatakan pembunuhan dilakukan spontan karena rasa cemburu dan cekcok. (Met)
