Yogyapos.com (BANTUL) - Polisi masih memburu pelaku pencurian tabung gas LPG 3 kilogram yang videonya viral di berbagai platform media sosial setelah dikejar warga dari wilayah Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, hingga ke kawasan Giwangan, Kota Yogyakarta. Meski sempat terjatuh dan barang curian berhasil diselamatkan warga, pelaku akhirnya berhasil meloloskan diri.
BACA JUGA: Pria di Bantul Nekat Bakar Rumah Orang Tuannya, Bhabinkamtibmas Terluka Saat Padamkan Api
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/7/2026). Aksi pelaku yang terekam kamera pengawas (CCTV) kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat karena memperlihatkan pengejaran cukup panjang di jalan raya.
"Benar, kami menerima laporan terkait dugaan pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di wilayah Dlingo. Setelah aksinya diketahui warga, pelaku sempat dikejar hingga keluar wilayah Bantul. Saat ini identitas pelaku masih dalam penyelidikan dan anggota kami masih terus melakukan pencarian," kata Iptu Rita Hidayanto.
BACA JUGA: Presiden Remi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Menurut Rita, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga telah beberapa kali beraksi mencuri tabung gas LPG 3 kilogram di wilayah Dlingo sehingga ciri-cirinya sudah dikenali oleh sebagian warga.
"Pelaku diduga merupakan orang yang sama dengan beberapa kasus pencurian tabung gas sebelumnya. Karena itu, ketika warga melihat kendaraan dan ciri-ciri pelaku, mereka langsung berusaha menghentikan dan mengejarnya," ujarnya.
BACA JUGA: Video Rekayasa AI Catut Sri Sultan HB X, Ini Penjelasan Pemda DIY
Ia menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 11.57 WIB ketika pelaku yang mengendarai sepeda motor Suzuki Nex warna hijau putih melintas di Jalan Cino Mati, Terong, yang terekam kamera CCTV. Selanjutnya pelaku menuju wilayah Dlingo dan sekitar pukul 13.00 WIB diduga mengambil satu tabung gas LPG 3 kilogram milik Timbul Budiyono (53), warga Koripan 2, Kalurahan Dlingo.
BACA JUGA: Kader GPM DIY dan GPM Kalimantan Barat Bangun Kesepahaman Penguatan Ekonomi Organisasi
Setelah berhasil membawa tabung gas tersebut, pelaku melarikan diri melalui Jalan Imogiri–Dlingo. Namun sekitar pukul 13.50 WIB, warga yang mengenali pelaku langsung melakukan pengejaran.
Polisi periksa TKP || YP-Ist
"Di kawasan Kaliurang, Jalan Imogiri–Dlingo, salah seorang warga sempat memepet kendaraan pelaku hingga terjatuh. Tabung gas yang dibawa pelaku juga ikut terlepas di lokasi, tetapi pelaku kembali bangkit dan melanjutkan pelariannya," terang Rita.
BACA JUGA: FGD Lemhannas RI Tegaskan Pentingnya Integrasi Teknologi Geospasial untuk Deteksi Ancaman Negara
Pengejaran kemudian terus berlangsung hingga memasuki wilayah Giwangan, Kota Yogyakarta. Meski warga terus berusaha mengikuti pelaku, jejaknya akhirnya hilang dan hingga kini belum berhasil diamankan.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara, anggota menemukan sebuah telepon genggam Samsung A13 yang diduga milik pelaku di wilayah Dusun Pencil, Kalurahan Mangunan. Barang tersebut saat ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan," ungkap Rita.
BACA JUGA: Bantul Creative Expo 2026 Digelar di Halaman Parkir SSA, 1-9 Agustus 2026
Selain itu, polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan pelaku dalam kasus pencurian tabung gas lainnya di wilayah Dlingo. Informasi mengenai dugaan hilangnya dua tabung gas LPG 3 kilogram masih terus diverifikasi oleh penyidik.
"Seluruh informasi yang berkembang masih kami dalami. Kami juga mengumpulkan rekaman CCTV, memeriksa para saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Kami berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan atau identitas pelaku segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat," jelasnya.
BACA JUGA: Terinspirasi Cahaya Matahari di Rongkop, Marcelo Diaz Ciptakan Ikon Baru Gerbang Keistimewaan DIY
Rita turut mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian, terutama dengan memastikan rumah dalam keadaan aman saat ditinggalkan serta segera melapor apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam membantu mengungkap tindak pidana. Namun kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mengambil tindakan yang berisiko membahayakan keselamatan. Percayakan proses penanganannya kepada kepolisian sehingga pelaku dapat ditangkap sesuai prosedur hukum yang berlaku," pungkasnya. (Dwa)
