Rektor UGM Imbau Seluruh Sivitas Waspada Terkait Virus Corona

share on:
Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono MEng || YP/Ist

Yogyapos.com (SLEMAN)  -  Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Ir Panut Mulyono MEng Deng IPU ASEAN Eng mengimbau pada seluruh civitasnya agar waspada terkait wabah Virus Corona (COVID-19). Wabah yang merebak di berbagai belahan dunia sejak 2019 lalu telah membuat banyak pihak berupaya meningkatkan kewaspadaan maupun penanganannya. Imbauan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Nomor: 1285/UN1.P/SET-SR/TR/2020.

Sesuai edaran yang diterima yogyapos.com, Senin (2/3/2020), Panut berpesan, perjalanan keluar negeri di negara-negara terdampak COVID-19 agar ditangguhkan (ditunda) terlebih dahulu guna menghindari hal-hal tidak diinginkan. Sedangkan yang baru saja melakukan perjalanan keluar negeri (terutama Cina, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Prancis, Inggris, Iran, UniEmirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Belanda) diharap membatasi interaksi (self isolated) dengansivitas UGM lainnya maupun anggota keluarga/rumah tangga selama 14 hari sejak kepulangannya ke Indonesia.

“Jikadalammasa 14 hari itu mengalami demam, batuk, pilek, sesak dan lainnya, mohon segera periksa ke poli paru RSUP Dr Sardijto dan mengirimkan hasil check up via email ke [email protected],” ungkap Panut secara tertulis.

Dia juga meminta pada warga UGM tetap melakukan perilaku hidup sehat,lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun (hand sanitizer). Di samping itu mengkonsumsi makanan sehat agar lebih meningkatkan daya tahan tubuh, serta meminimalkan kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan.

“Bagi yang mengalamigejala-gejala influenza, lindungi diri dan lingkungan. Pakai masker, kurangi interaksi sesama sivitas UGM lainnya, maupun anggota keluarga,” tambahnya.

Rektor masabakti 2017-2022 ini mengingatkan untuk melakukan upaya kewaspadaan influenza secara aktif. Termasuk SARS dan COVID-19 di unit kerja masing-masing dengan melakukan penyebaran informasi (literasi kesehatan) tanpamembuatpanik. Kemudian menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun/hand rub berbasis alkohol di setiap ruangan atau tempat strategis.

“Selanjutnya membuat ketentuan agar cleaning service lebih sering membersihkan tempat-tempat sering terpegang tangan seperti meja (terutama pada ruang-ruang rapat), gagang jendela, papantombol lift, pegangan/reltangga, dan lain-lain dengan disinfektan (larutan kaporit 0,1% sesuai standar WHO),” jelas Rektor.

Dia meminta kerjasama seluruh bagian yang ada di UGM agar kegiatan pencegahan dan kewaspadaan dini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga sivitas UGM beserta keluarga senantiasa sehat. (*/Muf)

 


share on: