Yogyapos.com (SLEMAN) - Situasi pandemi tak menjadikan OM Wawes non produktif. Bahkan band dangdut yang digawangi Gaseng (vocal), Luis David (kendang), Tony (drum) dan Bayu (gitar) menelurkan dua sekaligus karya ajaibnya. Karya ini berujud album dengan tajuk ‘Restu’ dan buku yang berjudul ‘Babat Alas Dangdut Anyar’.
Dalam jumpa media di Frog Shelter Condong Catur Sleman, Gaseng mengatakan jika album Restu ini adalah sebuah legacy alias pencapaian sebagai musisi untuk membuat album penuh.
“Biasanya kami hanya merilis single yang bebas dinikmati di kanal Youtube. Dengan rilisan album ini kami berhaharap bisa menstimulus musisi lain untuk berkreasi menciptakan album penuh,” kata Gaseng di Frog Shelter, Condong Catur Sleman.
Masih menurut Gaseng, pengerjaan album Restu prosesnya terbilang lambat, hampir setahun lalu. Masuk studio rekaman tahun 2019, kemudian terbentur jadwal padat off air hingga akhirnya terdampak pandemi Covid-19. “Dalam album ini kami melibatkan sejumlah musisi Yogya. Seperti Nufi Wardana, Zaenal Produk Gagal dan Pendhoza. Untuk packaging album kami kemas dengan boxset yang berisi CD, T-shirt, buku dan tote bag. Semoga album Restu bisa diterima khalayak luas,” imbuh Gaseng Rabu (19/8) sore disambut aplaus meriah audiens.
Sementara itu terkait rilisan buku yang berjudul ‘Babat Alas Dangdut Anyar’ merupakan ide orisinil dan inisiatif cerdas dari OM Wawes. Dalam buku setebal 276 halaman ini mencatat perjalanan musik dangdut di tlatah Yogya dari tahun 70-an hingga memotret dangdut kekininan di era 2010-an.
Michael Raditya selaku penulis buku ini juga menuturkan secara sederhana namun mendalam perjalanan OM Wawes menapaki skena dangdut. Jatuh bangun berkarya, hiruk pikuk hingga euphoria di musik dangdut. Buku terbitan Yayasan Kajian Musik Laras ini juga menggiring pembaca untuk bermain imajinasi. Seperti kemeriahan panggung, konsep musikal, tema lirik hingga performa.
Tony Q Rastafara dalam pengantarnya mengungkapkan jika langkah OM Wawes merilis album dan buku secara bersamaan, sangat visioner dan out of the box. “Saya salut dengan teman-teman OM Wawes yang berani melakukan terobosan dan perubahan. Semoga buku ini bisa menambah khasanah bagi perkembangan musik di Indonesia,” ujar Tony. (Fadholy)
