Yogyapos.com (SLEMAN) - Untuk mengantisipasi makin merebaknya penyebaran Covid-19, serta mengukur kesiapsiagaan jajaran dokter, perawat dan pegawai, RS PKU Muhammadiyah Gamping mengadakan simulasi penanganan Covid-19, di Ruang IGD, Selasa (17/3/2020).
Simulasi terbagi dalam dua skenario. Pertama, pasien yang seorang ibu hamil hendak memeriksakan kandungannya. Lantaran saking banyaknya traffic orang, petugas rumah sakit lolos tidak memeriksa suhu tubuh pasien ini. Secara fisik, kondisinya sehat, namun ketika diperiksa di Poli Kandungan ada indikasi mencurigakan yang didapat pihak RS PKU Muhammadiyah Gamping. Suhu tubuh pasien ini diatas 38 derajat. Lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pihak rumah sakit menyatakan jika pasien ini terpapar Covid-19. Akibat kecolongan di SOP awal, penyebaran Covid-19 tak bisa terhindarkan.
Sedangkan skenario kedua adalah, seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan batuk, pilek, demam. Dengan sigap petugas memeriksa kondisi suhu tubuh pasien beserta keluarga yang mengantar. Dari hasil thermal scanner, menunjukkan suhu tubuh yang tinggi diatas 38 derajat. Sebagai upaya antisipasi, petugas rumah sakit segera memeriksa lebih lanjut pasien tersebut di ruang isolasi. Hasil uji rontgen dan laborat menyatakan jika pasien tersebut positif Covid-19. Dokter dan perawat yang melakukan pemeriksaan pun wajib mengenakan pakaian pelindung. Dengan kesigapan dari langkah awal, pasien Covid-19 tertangai dengan baik dan bisa menekan penyebaran virus tersebut.
Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr H Ahmad Faesol Sp.Rad Mkes MMR disela simulasi mengatakan, langkah ini dilakukan pihaknya untuk menekan angka penyebaran Covid-19, serta melatih kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan PKU Muhammadiyah Gamping. “Setiap SOP harus kita patuhi sejak awal. Ini sangat penting dan berisiko. Seperti halnya pada skenario pertama. Lantaran petugas kurang sigap, pasien yang terindikasi Covid-19 tidak terdeteksi dan virus tersebut pun menyebar. Lalu kami mengadakan skenario kedua yang sangat sesuai SOP dengan kesigapan petugas dan alat kesehatan yang memadai. Untuk saat ini kami telah memeriksa 12 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kemudian kami rujuk ke RSUD Panembahan Bantul,” ujar Dirut didampingi Ketua Satgas Penanganan Covid-19 dr H Adnan Abdulah Sp.THT-KL MKes. (Dol)
