RUPM Purworejo 2025-2045, Peta Transformasi Ekonomi ke Gerbang Investasi Selatan Jawa

share on:
Kepala DPMPTSP Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto SH dan Sosiolog Yogyakarta Dr (Cand) Puji Qomariyah || YP-Ist

Yogyapos.com (PURWOREJO) - Pemerintah Kabupaten Purworejo telah menyelesaikan penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) untuk periode 2025-2045. Dokumen strategis ini merupakan hasil dari serangkaian kegiatan yang intensif, meliputi 4 kali Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan dan konsultasi dengan Kementerian BKPM di Jakarta.

BACA JUGA: Mayat Perempuan Ditemukan Tergeletak di Rel Kereta Api Dusun Gancahan

RUPM ini disusun dengan tujuan utama, yekni menyediakan arah kebijakan investasi daerah yang berbasis data dan bukti, menjamin sinkronisasi dengan kebijakan investasi nasional dan provinsi, serta mendorong prinsip efisiensi, keadilan, dan keberlanjutan dalam setiap aktivitas investasi di Purworejo.

BACA JUGA: Ketua Muslimat NU Bantul: Perempuan Harus Perkuat Diri dengan Pengetahuan dan Keterampilan

Proses penyusunan yang partisipatif ini melibatkan berbagai pihak dan didampingi oleh tenaga ahli, Puji Qomariyah, sosiolog dari Yogyakarta yang juga merupakan mahasiswa Program Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) konsentrasi Sosiologi Pendidikan.

Purworejo dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah, sawah seluas 27 ribu hektar, hasil laut puluhan ribu ton ikan, dan hutan rakyat yang menjadi penopang kehidupan. Namun, potensi saja tidak cukup. Dibutuhkan sebuah kompas yang jelas untuk mengubah potensi menjadi prestasi ekonomi yang nyata.

BACA JUGA: Di Hari Juang AD, Kasad Nyatakan TNI Terus Dukung Penanganan Bencana Sumatera

“RUPM ini adalah kompas jangka panjang kita,” demikian penegasan yang mengemuka dalam proses penyusunan, Senin (15/12/2025).

Dokumen ini dirancang agar sektor pertanian tidak berhenti pada panen, tetapi naik kelas melalui hilirisasi. Investasi didorong tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekologis dan keadilan sosial.

BACA JUGA: Tuwanggana, Mitra Strategis Kalurahan Penyerap Aspirasi Masyarakat

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto SH menyambut antusias penyelesaian dokumen RUPM ini.

“RUPM Kabupaten Purworejo 2025-2045 bukan sekadar dokumen administratif. Ini adalah peta jalan dan komitmen kolektif kita untuk mengarahkan setiap jengkal potensi Purworejo menuju masa depan yang lebih sejahtera. Kita tidak ingin investasi tumbuh tanpa arah. Kita ingin investasi yang hijau, inklusif, dan benar-benar mentransformasi ekonomi daerah. Dengan RUPM ini, kita siap mengawal Purworejo untuk menjadi Gerbang Investasi Selatan Jawa. Semangat kolaborasi dari semua pihak dalampenyusunannya adalah modal terbesar kita untuk melaksanakan rencana besar ini,” tuturnya dengan harapan besar.

BACA JUGA: '200 Tahun Perang Jawa' Digelar di Joglo Singodikoro

Sementara itu, tenaga ahli penyusun, Puji Qomariyah, menyampaikan materi dan konsep RUPM dengan semangat yang mengedepankan pendekatan sosiologis.

"Penyusunan RUPM ini telah mengintegrasikan data kuantitatif dengan pemahaman mendalam tentang struktur sosial dan kearifan lokal Purworejo. Prinsip kemitraan inklusif menjadi jantung dari dokumen ini, karena kami yakin, transformasi ekonomi hanya akan berhasil dan berkelanjutan jika melibatkan seluruh lapisan Masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga investor besar. Visi ‘Purworejo 2045: Hijau, Inklusif, dan Kompetitif’ adalah cita-cita yang harus kita bangun dari sekarang dengan landasan yang kokoh," jelasnya.

BACA JUGA: PSN Group Kembali Salurkan Bantuan Melalui Korem 072/Pmk untuk Korban Bencana Sumatera

RUPM Kabupaten Purworejo menetapkan visi besar Purworejo 2045 - Gerbang Investasi Selatan Jawa: Hijau, Inklusif, dan Kompetitif. Untuk mewujudkannya, arah kebijakan investasi ke depan akan memposisikan Purworejo sebagai motor pertumbuhan kawasan selatan Jawa dengan tiga fondasi utama yaitu green investment (investasi hijau), hilirisasi pangan, dan kemitraan inklusif.

BACA JUGA: Ikhlas itu Menyehatkan Jiwa dan Raga

Kolaborasi pentahelix antara Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat akan menjadi penggerak utama melalui model kemitraan yang saling menguntungkan. RUPM Kabupaten Purworejo bukan sekadar dokumen investasi, tetapi merupakan peta transformasi ekonomi daerah menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Sastra Ilmu

Dari sini, Purworejo melangkah Bersama, memastikan bahwa pembangunan ekosistem investasi ke depan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan makna yang lebih dalam bagi kelestarian bumi dan kesejahteraan seluruh warga Purworejo. (*/inm)

 

 

 


share on: