Yogyapos.com (BANTUL) - Pendidikan akhlak dan tauhid bagi anak-anak maupun generasi muda sangat diperlukan saat ini, bahkan masa-masa yang akan datang.
Hal itu disampaikan Drs Sukamto ceramah Safari Ramadhan yang diinisiasi Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo, di Masjid Al Huda, Madugondo, Sitimulyo Piyungan, Bantul, Rabu (22/4/2021) malam.
Sukamto juga menyatakan, Ramadhan merupakan bulan yang mulia dibandingkan bulan-bulan lainnya. Karena banyak inayah, magfiroh, barakah dan rahmah. “Maka gunakanlah kesempatan dengan baik, termasuk untuk memperbaiki akhlak. Didiklah anak-anak kita dengan akhlak yang baik, terutama melalui teladan,” katanya.
Kenapa demikian, karena Ramadhan juga disebut bulan tarbiyah (pendidikan). Luqmanul Hakim diangkat oleh Allah SWT agar bertaukhid kepada Allah SWT. Dia diangkat derajadnya karena upaya akidah yang dilakukannya.
“Nasehatnya, yakni tarbiyah dari dini kepada anak dan generasi muda agar berakhlak mulia. Kini banyak anak-anak yang kegiatannya kurang positif. Dulu banyak anak yang menjunjung tinggi sopan santun. Kini anak anak kurang nggateke paugeran Jawa dan banyak yang melupakannya. Maka orang tua perlu paring sesorah,” ajaknya.
Menurutya, diperlukan suri teladan bersama kepada generasa muda. Salah satun caranya perlu diadakan forum berkumpul bersama agar saling asuh asih asah dalam anggota keluarga. Sehingga keterbukaan antara mereka terjadi. Selain itu, juga perbanyaklah baca Alquran dan sodaqoh saat Ramadhan.
Sementara itu, Takmir Masjid ini, Singgih Nur Jono, mengungkapkan kegiatan di Madugondo baik shalat tarawih dan takjil para jamaah tetap mematuhi prokes. Anak-anak bertarawih di Rumah Selinder (Balai Desa lama). Setiap RT mengadakan sendiri atau pun dipecah.
“Haya saja jalan menuju poros desa dan masjid ini kondisinya sudah rusak maka agar ada atensi dari pemerintah,” sentilnya.
Pada kesempatan itu, Wabub Bantul Joko Purnomo, mengatakan pihaknya siaturahmi agar dapat ganjaran. Namun diharapkan juga agar warga mematuhi prokes dalam beribadah ramadhan.
“Kita dianjurkan untuk fastabiqul khairat (berlomba dalam kebajikan). Maka kami dengan Pak Bupati Bantul membagi tugas per wilayah agar 16 masjid bisa dikunjungi. Mari kita sengkuyung tentang percepatan pemberantasan pandemi Covid-19 secara bersama,” pinta Joko.
Dijelaskan, anggara sebesar Rp 114 Milyar pembagunan di Bantul terpaksa harus dicoret dan digunakan untuk pemberantan Covid-19. Karenanya pemberantasan Covid-19 harus dituntaskan bersama,” tandas Joko.
Acara safari ramadhan ini juga dilanjutkan penyaluran sejumlah bantuan dari Baznas dan Bagian Kesra Pemkab Bantul kepada jamaah. (Supardi)
