Yogyapos.com (YOGYA)Yogyakarta menduduki tempat yang istimewa dalam peta pariwisata di Indonesia. Ada beragam daya tarik yang dimiliki provinsi ini yang tidak ditemukan di wilayah lain. Predikat sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya melekat di benak banyak orang di luar Yogyakarta.
Tak kurang Presiden Joko Widodo bukan hanya sekali mendatangi kota ini sekedar berlibur. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pembangunan pariwisata yang tepat agar kedudukan Yogyakarta sebagai Kota Wisata bisa dipertahankan.
Demikian benang merah diskusi pariwisata Sagan Tourism Forum (STF) menjelang buka puasa yang diikuti segenap lembaga dan asosiasi pariwisata Yogyakarta di Sagan Heritage Hotel, Jumat (29/4/2022) sore.
Dalam paparan pembukanya Direktur Utama Urban Hotel Management, Zulkarnaedy Arief, menyampaikan perlunya segenap pelaku wisata dan perhotelan berkolaborasi dan bersinergi dalam beragam agenda.
“Masing-masing dari kita memang harus terlibat secara aktif untuk sama-sama mengangkat potensi pariwisata Yogyakarta. Persaingan memang tak bisa dihindarkan tapi muaranya adalah memberikan yang terbaik bagi wisatawan. Jika ini menjadi tujuan bersama, maka kerjasama dan sinergi menjadi keniscayaan. Kita yang tinggal dan hidup di Yogyakarta harus merasa handarbeni dengan apa yang menjadi jatidiri kota ini,” tandas sosok yang akrab disapa Diki ini.
Tak banyak yang tahu, imbuhnya, banyak pejabat dan orang kaya yang tinggal atau memiliki rumah di Yogyakarta. “Mereka selama ini belum kita pikirkan adanya ruang bagi mereka untuk mengisi waktu luang atau liburan. Destinasi yang ada telah didominasi kalangan milenial sehingga mereka kesulitan menemukan ruang yang bisa dijadikan sarana memenuhi kebutuhan rekreasi atau hiburannya,” sambungnya.
Sementara itu pengamat pariwisata Tazbir Abdullah menekankan perlunya memperkaya luasan destinasi terkait keberadaan bandara baru YIA di Kulon Progo. “Ini harus dipikirkan secara matang bagaimana menyiasati jauhnya jarak antara bandara dengan pusat Kota Yogyakarta. Kita perlu juga membuka ruang-ruang baru yang bisa dijadikan wahana bagi para seniman untuk berekspresi. Kata kuncinya inovasi. Disini kita perlu belajar dari Bali dan Bandung yang telah menyediakan ruang ekspresi dengan agenda pentas yang rutin sehingga menjadi pertimbangan calon wisatawan yang akan berkunjung ke Yogyakarta,” pungkasnya.
Hadir dalam Sagan Tourism Forum antara lain jajaran PHRI DIY, PHRI Sleman, BPPS, BP2KY, dan para GM dari beberapa hotel di Yogyakarta. Acara dilanjutkan dengan buka bersama dan ramah tamah. (Iud)
