Sarasehan GTK SMA Muhi, Jalin Ukhuwah Raih Keberkahan

share on:
Para pemateri sarasehan || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Bertepatan Milad ke-73 SMA Muhi dilaksanakan acara sarasehan dan temu kangen Purna Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK di Grha As Sakinah SMA Muhi, Senin (6/9/2022). Acara ini dihadiri sekitar 100 purna GTK dan 120 GTK aktif.

Tri Hari Nurdin MPd selaku Wakil Kepala Urusan Humas menyampaikan, kegiatan ini rutin diadakan setiap Milad SMA Muhi. Tujuannya untuk membangun komunikasi dan ajang silaturahmi antara sekolah dengan para senior yang dahulu pernah mengabdi di SMA Muhi.

Dua pemateri dihadirkan dalam acara ini, Dr HM Busyro Muqoddas SH MHum yang kini menjabat Ketua PP Muhammadiyah dan Ar Munichy Bachron Edrees IAI AA mantan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia. 

Kepala SMA Muhi Drs H Herynugroho MPd dalam sambutannya menyampaikan beberapa program unggulan sekolah yang telah dijalankan saat ini. Dibidang inovasi pembelajaran sekolah telah menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris bersama Teachcast With Oxford yang membantu siswa untuk belajar komunikasi bahasa Inggris. Pada tahun ajaran 2022/2023  ini SMA Muhi Yogyakarta telah bekerjasama dengan ACT Educations Solutions Limited (ACT) International untuk melaksanakan program kelas internasional Global Assessment Certificate (GAC).

Ia berharap program GAC ini dapat membekali peserta didik dengan kualifikasi masuk perguruan tinggi secara global. Ada lebih dari 100 universitas dan perguruan tinggi yang disebut sebagai GAC/ACT Pathway University yang berlokasi di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Meksiko akan siap menerima lulusan dari program GAC / ACT. 

“Sekolah focus untuk meningkatkan empat kompetensi yang harus dimiliki siswa di abad 21 yang disebut 4C. 4C itu adalah Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), Creativity (kreativitas), Communication Skills (kemampuan berkomunikasi), dan Ability to Work Collaboratively (kemampuan untuk bekerjasama),” paparnya.

Dr HM Busyro Muqoddas SH MHum berharap SMA Muhi Yogyakarta memiliki nilai lebih dibanding dengan lulusan SMA Muhammadiyah lainnya. Siswa SMA Muhi harus siap menjawab tantangan zaman sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan menghadapi era industri 4.0. Sekolah juga harus tetap membudayakan siswa untuk berpegang teguh pada nilai-nilai dasar yaitu Alquran dan As-Sunnah yang menjadi pondasi dalam menjawab beragam tantangan zaman.

“Harapan saya sekolah berkomitmen membentuk generasi berakhlaqul karimah, cerdas dan tanggap menghadapi perubahan zaman dengan memberikan pengalaman belajar berkonsep Islami dan modern sesuai perubahan zaman,” ajaknya.

Sebagai motivasi, ia mengutip QS Al-Hasyr Ayat 18. Dari surat ini dapat dipetik hikmah agar guru senantiasa untuk belajar dari pengalaman masa lalu untuk perbaikan di masa depan. Allah telah menjanjikan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia akan diteliti dengan cermat.

Sedangkan Ar. Munichy Bachron Edrees IAI AA menyoroti pentingnya karakter peserta didik agar kuat dan kokoh. Perintah untuk membentuk generasi yang kuat dan kokoh karakternya itu ada dalam QS Ibrahim ayat 24-25. Untuk membentuk hal tersebut guru harus menjadi pembelajar sejati. Pembelajar sejati merupakan penafsiran dari wahyu pertama, Iqra. Seorang pembelajar sejati mesti menginsyafi bahwa belajar tidak terbatas waktu, tempat, dan usia. Tepat sekali sabda Rasulullah SAW yang menerangkan, “Menuntut ilmu itu sedari buaian hingga datangnya kematian.”

Di mana saja berada, dengan siapa pun berinteraksi, seorang pembelajar sejati bisa memetik hikmah dan mereguk wawasan. Berjalan ke penjuru negeri dan mengamati perilaku manusia merupakan inspirasi untuk berkarya bagi pembelajar sejati. Ilmu sepele dan sederhana bagi kebanyakan orang, bisa menjadi ide cemerlang bagi pembelajar sejati untuk mengajarkannya.

Dengan ilmu tersebut kemudian berbagi inspirasi ke sebanyak-banyaknya orang. Lebih hebat lagi bila dengan tulisan itu banyak orang yang tercerahkan dan tersadarkan. Jika hal ini diterapkan maka guru bisa sebagai idola bagi siswanya dan yang disampaikan akan bisa diterima dengan baik. Sebelum acara ini ditutup ditampilkan berbagai video prestasi siswa dan program unggulan sekolah. (*)


share on: