Yogyapos.com (BANTUL) - Satgas Penanggulangan dan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Desa Bantul Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul melakukan karantina terhadap seorang pemudik yang ditolak warga sekitar tempat tinggalnya.
"Isolasi ini kami lakukan sejak Senin 20 April 2020 sekitar pukul 22 .30 WIB di Gedung Aula Pemdes Bantul. Penjemputan pemudik warga Serayu Rt 05 yang datang dari Tangerang berawal penjemputanya di jalan Parangtritis (Depan RS Rahma Husada ),” kata Ketua Satgas Penanganan Covid -19 Desa Bantul, Supriyadi kepada yogyapos.com, di Bantul, Rabu (22/4/2020).
Supriyadi yang juga Lurah Bantul menjelaskan, pemberlakuan karantina ini berawal dari instruksi Bapak Camat Bantul bahwa ada warga Serayu yang
bernama Pardiyanto (37) NIK 3322102303830001 bertempat tinggal di Jebugan Serayu Rt 05, baru saja datang dari Tangerang Jawa Bara, Kepulangan dia di tempat tinggalnya ditolak warga, sehingga bingung dan berjalan ke arah selatan menuju Bantul.
Karenanya, Satgas Covid-19 Desa Bantul dipimpin langsung Ketuanya segera bergerak menjemput ke TKP untuk membawa orang itu ke Balai Desa Bantul. Selanjutnya yang bersangkutan diisolasi selama 14 hari di Balai Desa Bantul
Proses Evakuasi
Saat dilakukan pengecekan diketahui suhu badan Parjiyanto oleh Relawan PMI Kab Bantul, mencapai 36.5 derajat celicius. Ia selanjutnya diminta mandi, semua pakaian yang telah dipakai dimasukan ke dalam plastik. Ia juga dipersilahkan masuk ke ruang isolasi dengan memakai masker dan disiapkan makan malam beserta minumnya dan segera dimohon untuk istirahat "Langkah lainnya yang juga dilakukan oleh Satgas menyemprot kamar mandi yang dipakai mandi dan menyemprot sepeda motor yang dikendarai pemudik itu.
Untuk meningkatkan pelayanan, maka Satgas ini juga tengah mempersiapkan tempat isolasi yang lebih representatif dikomplek Pemdes Bantul. Satgas melakukan pelayanan selama 24 jam dengan sistem piket. (Supardi)
