SD Sleman V Diliburkan, Imbas Surat Edaran Rencana Demo di Polresta

share on:
Kepala SD Sleman V,  Suprihatin || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Imbas seruan aksi demo melaui surat edaran lewat medsos oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Tengah-DI Yogyakarta di setiap Kantor Kepolisian Kabupaten/Kota masing-masing, sejumlah sekolah di Kapanewon Sleman diliburkan diantaranya SD Sleman V yang berada di Krapyak Triharjo.           

Kepala Sekolah SD Sleman V Suprihatin, mengungkapkan kebijaksanaan meliburkan sekolah karena SD Sleman V letaknya berdekatan dengan Polresta Sleman. Kebijakan itu dilakukan setelah mendapatlkan informasi dari warga mengenai rencana demo. Setelah berkoodinasi dengan Korwil Dinas Pendidikan Kapanewon Sleman diarahkan melakukan pembelajaran sekolah lewat daring dan Belajar Dirumah (BDR). 

BACA JUGA: Gubernur Sri Sultan HB X Ajak Perguruan Tinggi Kawal Aspirasi Mahasiswa Damai

"Kalau dari Dinas tetap mengimbau tetap belajar. Namun berhubung sekolah ini dekat dengan lokasi demo maka kami mengambil kebijaksanaan meliburkan sekolah sebagai antisipasi,” ungkap kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya, Senin (1/9/2029).       

Kondisi SD Sleman V, Senin (1/9/2025) || Agung Dwi Purwanto

Menurutnya, karena otomatis kalau ada rombongan aksi demo beramai-ramai tidak bisa mencegah anak-anak yang tentu berkeinginan melihat. Padahal kemungkinan bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

BACA JUGA: Presiden Prabowo: Hormati Aspirasi Damai, Tindak Tegas Pelaku Anarki

"Kami berharap mudah-mudahan pelaksanaan aksi demo berjalan dengan lancar aman tidak terjadi sesuatu tidak anarkis dan mengganggu aktivitas warga," harapnya.       

Sementara itu ditemui secara terpisah Harjito,penjual jasa pem buat SIM dan perpanjang STNK juga mengaku terimbas ajakan aksi demo di Polresta Sleman karena para pelanggan urungkan karena takut datang..                     

"Saya mendukung aksi demo untuk menyampaikan aspirasinya. Namun tidak senang diser tai anarkis pengrusakan, karena aspirasinya tak sampai justru malah merugikan warga masyarakat karena terganggu," tandas Harjito kepada yogyapos. (Agn)                                                               

 


share on: