Yogyapos.com (YOGYA) - Setelah sukses mengadakan seminar di Bali, kali ini Katahati Institute menggelar seminar Quantum Ikhlas, di Java Ballroom Hotel Jambuluwuk, Jumat (25/10).
Spirit yang diusung dalam seminar ini adalah menumbuhkan kembali rasa empati terhadap sesama, menjaga konsep guyub rukun, minimalisir konflik dan tentunya bersama menyalakan hati bagi Indonesia.
Ira Ananta selaku koordinator acara menjelaskan, sekitar 150 peserta akan mengikuti event yang menitikberatkan pada aspek motivasi, inspirasi, social, edukasi dan tentunya menyalakan hati.
“Kenapa kita concern ke hati? Lantaran hati adalah sumber filterisasi bagi manusia. Akal, pikiran dan tindakan kita terkadang tidak terkontrol. Itu lantaran hati kita belum termenej secara optimal. Dalam seminar ini, kita bersama-sama mengoptimalkan menyalakan hati bagi kemaslahatan Indonesia,” tutur Ira di sela acara.
Ira pun mengaku terkejut dengan animo peserta yang melampaui kuota. Awalnya hanya membidik pasar Yogya dan sekitar. Namun yang datang ada dari Surabaya, Jakarta, Bandung, bahkan Aceh. “Ini seperti acara reuni hati,” imbuhnya.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni, Erbe Sentanu selaku founder Katahati Institute dan juga penulis buku best seller Quantum Ikhlas. Nampak hadir pula istri Walikota Yogyakarta, Ana Haryadi. Lalu ada Arief Budiman seorang creative consultant yang merupakan CEO Petakumpet. Ada juga Inem Jogja aktivis media social yang juga seorang dosen tari. Serta Firdaus Rahman dan Budi Sarwono para praktisi dan coaching di Katahati Institute.
Sementara itu, Erbe Sentanu dalam pemaparannya mengungkapkan, metode ilmu ikhlas yang dikembangkannya adalah menggabungkan unsur teknologi dengan aktivasi kekuatan hati. Menurutnya, dalam kondisi ikhlas otak mampu memproduksi hormon serotonin dan endorphin, yang membuat seorang merasa nyaman, rileks, tenang dan bahagia. “Jika kita focus akan esensi ilmu ikhlas, otomatis energy positif ini menyebar ke setiap jengkal tubuh kita. Imunitas meningkat, detak jantung stabil, pembuluh darah terbuka lebar, kapasitas indera yang kita punyai juga meningkat. Orang ikhlas itu sehat jiwa dan raganya,” terang pria yang juga menjadi Corporate Soul Consultant di sejumlah perusahaan besar ini.
Melalui teknologi yang dikembangkannya, Erbe mampu mengukur gelombang yang dipancarkan otak melalui teropong elektroesefalogram (EEG).
“Rasa bahagia itu membantang dari panjang gelombang alfa dan theta pada otak. Inilah zona ikhlas. Dari deret ukur yang saya lakukan, zona ikhlas berada dalam dua gelombang. Alfa dan theta. Gelombang alfa menciptakan frekuensi zona ikhlas di angka 8hz sampai 14hz. Sedangkan gelombang theta menghasilkan frekeunsi zona iklhlas di angka 4hz sampai 8hz. Seseorang yang paham dengan kapasitas dalam dirinya, pasti bias menemukan gelombang zona ikhlas ini. Ya pastinya melalui proses, tidak asal jadi,” tandas Erbe Sentanu.
Acara yang turut mengundang sejumlah komunitas sosial, seperti LCY Puspita Mataram ini dibuka oleh penampilan heboh Inem Jogja yang mengajak anak-anak binaan sanggar tarinya. Sontak, seisi ballroom dipenuhi gelak tawa.
Upik Soffie, Sekretaris LC Yogyakarta Puspita Mataram ditemui di sela acara mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi terhadap acara tersebut. “Selain mengandung banyak nilai sosial, seminar ini juga mampu menginspirasi, memotivasi, edukasi dan tentunya menyalakan hati. Ini sejalan dengan nafas dari LCY Puspita Mataram yang sangat concern di bidang social kemasyarakatan, kesehatan dan pendidikan,” ujar Upik. (Dol)
