SEMINAR REVOLUSI INDUSTRI 4.0 UCY, HANAN WIHASTO: Generasi Milenial Berdaya Saing Global

share on:
Hanan Wihasto saat memaparkan programnya di hadapan audiens || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) Dr Ciptasari Prabawanti SPsi MSc menjelaskan, era revolusi industri generasi ke-4 ini memiliki skala dan kompleksitas lebih luas. Kemajuan teknologi telah mempengaruhi semua disiplin ilmu.

Pernyataan itu disampaikan Ciptasari dalam seminar dan workshop yang bertajuk ‘Tantangan Generasi Millenial di Era Revolusi Industri 4.0’ yang dihelat Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (Dema FE UCY), di Aula Kampus UCY Jalan Gambiran Umbulharjo Yogyakarta, Sabtu (28/12/2019). Seminar diikuti sekitar 100 peserta, menghadirkan nara sumber Hanan Wihasto SE MM.

Ciptasari menyatakan, fenomena era 4.0 dalam perkembangan industri akan menandai lompatan besar serta tantangan bagi sumber daya manusia (SDM), terkhusus generasi millenial. Setiap SDM pun dituntut upgrade kompetensi agar soft skill mereka selalu update dengan perkembangan zaman. “Hal ini juga yang diterapkan di jajaran manajemen UCY untuk melakukan upgrade SDM (mahasiswa, dosen, dekan, karyawan) serta sistem belajar-mengajar yang memiliki daya saing,” kata Dr Ciptasari didampingi Warek III Farid Iskandar SH.

Rektor UCY menambahkan, perkembangan teknologi menjadi pemicu untuk kita dan generasi millenial berbenah dan bergerak, sehingga membutuhkan cara-cara baru untuk bisa menaklukannya.

Sementara Hanan Wihasto menyoroti soal peran dan tantangan bagi generasi muda menghadapi revolusi 4.0. Generasi millenial yang didominasi para mahasiswa harus memiliki pemahaman yang tepat dan implikasi yang jelas. Gagasan kreatif dan ide inovatif harus terus dirawat. Dan jangan pernah berhenti mengeksplor skill. Jika kita enggan melakukan upgrade, akan tergilas oleh sistem. Contoh simpelnya dalah kehadiran Gojek dan Grab yang bermain begitu lincah, yang mengancam keberadaan jasa transportasi konvensional.

“Sekarang, semua aktivitas manusia digerakkan oleh internet. Mulai dari pendidikan, pemerintahan, manufaktur, marketplace, hingga kesehatan,” ungkap Hanan yang juga Dekan FE UCY.

Hanan melanjutkan, gencarnya perkembangan teknologi juga menjadi ancaman serius bagi pekerja konvensional. Menurutnya di era digital ini, dalam periode tahun 2015-2025 sekitar 65 persen pekerjaan manusia akan digantikan oleh mesin otomatis.

“Kedepan, generasi millenial (para mahasiswa) harus memiliki daya saing di tingkat global. Situasi ini juga yang memicu jajaran UCY untuk selalu melakukan upgrade SDM serta sistem pembelajaran yang good university governance,” tandas Hanan yang menyelesaikan studi ekonomi S1 dan S2 nya di UGM. (Dol)

 


share on: