Yogyapos.com (BANTUL) - Peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret Tahun 1949 diwacanakan dan diharapkan menjadi sebagai ‘Hari Penegakkan Kedaulatan Negara’ dengan alasan karena merupakan peristiwa penting terkait dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk penegakan kedaulatan negara.
"Peristiwa dan sejarah SO 1 Maret adalah fakta dan peristiwa untuk pencapaian kelangsungan NKRI. Sejarah penting yang terjadi pada 1 Maret 1949 itu diketahui dan dicatat oleh PBB, maka wajar apabila dijadikan sebagai Hari Penegakkan Kedaultan Negara,” demikian ungkap Dirut Taman Mini Indonesia Indah (TMMI), Mayjen TNI (Pur) Ahmad Tanribali Lamo, saat menjadi pembicara pada Sarasehan Peringatan SO 1 Maret Tahun 2020, di Komplek Makam Somenggalan Kemusuk Argomulyo Sedayu Bantul DIY, Minggu (29/2/2020).
Menurutnya, berbicara sejarah adalah sesuatu yang nyata dan penting. Tidak kenal dengan istilah "sandaainya" atau mengandai-andai. Demikian juga bicara sejarah Seangan Oemoem 1 Maret 1949 adalah bicara tentang suatu yang penting yakni sebuah proses untuk kedaulatan NKRI.
“Sejarah merupakan sesuatu yang penting dan harus diapahami oleh semua pihak. Karena pentingnya untuk meningkatkan rasa kecintaan kepada Nusa Bangsa dan Negara RI. Maka perlu diasampaikan kepada generasi muda agar mereka cinta kepada NKRI,” tandasnya.
Wacana ‘Hari Penegakan Kedaulatan Negara’ ini disepakati oleh Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat, Brigjen TNI Eddi Syahputra Siahaan. “Untuk mensahkan dan meresmikan hal itu ada aturan, peosedur dan prosesnya. Namun saya merasa yakin bahwa itu bisa terealisasi (terwujud), karen ini relevan,” ungkap Edy.
Menurutnya, meski proses untuk diresmikannya peristiwa penting itu menjadi ‘Hari Penegakkan Kedaulatan Negara’ harus melalalui prosesdur yang baku termasuk penetian dan lain sebagainnya, namun diyakini itu akan terwujud (terealisasi).
Saresehan ini merupakan salah satu dari serangkaian acara peringatan SO 1 Maret 1949 di Kemusuk Argomulyo. Acara lain diantaranya Upacara dan Tabur Bunga di Makam Mengsomenggalan dengan inspektur ucara Bupati Bantul Drs H Suharsono, serta pembagian buku terkait dengan SO 1 Maret dan Lomba menggambar bagi anak berlangsung di Museum (Memorial) Jendera Besar HM Soeharto.
Nampak hadir pada kesempatan ini para kelurga dari Jenderal Besar HM Soeharto diantaranya H Soeharjo Subardi, Ibu Noto Suwito, Aryo Winoto SPt dan Teguh Wahyudi. Selain itu hadir pula Forkompinda Kecamatan Sedayu dan Dandim Bantul.
Bupati Drs H Suharsono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asek III Drs Fathoni mengatakan, sejarah harus diketahui oleh setiap generasi agar mereka menghargai dan mengenang para pahlawan.
"Dulu para pahlawan mengusir para penjajah, maka diharapkan generasi muda agar jadi pahlawan di zamannya dengan bukti berprestasi,” katanya. (Supardi)
