Yogyapos.com (YOGYA) - Jamu adalah warisan tradisi dari leluhur. Upaya melestarikan, mendorong masyarakat untuk minum jamu, serta menggeliatkan ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah tanggung jawab kita bersama.
Merespon situasi tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat melakukan sertifikasi dan bimbingan teknis kepada 30 pelaku usaha jamu gendong di wilayah Yogya. Langkah ini dilakukan untuk menegaskan jika jamu gendong aman dan sehat dari Covid-19.
Kepala BPOM Pusat Penny Lukito mengungkapkan, sertifikasi adalah upaya agar produk jamu yang dijual memenuhi standar kelayakan BPOM. Dari aspek keamanan, mutu dan khasiat. “Harapannya dapat membuat orang lebih percaya saat mengonsumsi jamu tradisional. Aman dan bermanfaat bagi konsumen. Untuk nasional ada 176 pelaku jamu gendong yang mendapat sertifikasi. Sedangkan di wilayah Yogya sementara baru 36 penjual jamu. Tentunya ini akan terus kita dorong untuk menggeliatkan ekonomi UMKM,” ucap Penny Lukito.
Penny meyakini para penjual jamu gendong mampu beradaptasi. Apalagi saat ini kemajuan teknologi bukan lagi hal yang asing. Wujudnya dengan mengemas sistem penjualan yang lebih modern. Memanfaatkan beragam aplikasi untuk menawarkan produk secara online.
Wawali Yogya Heroe Poerwadi meyakini penjual jamu tak akan tergerus jaman. Tetap mempertahankan racikan tradisional namun mengusung sistem manajemen modern. “Kalau bicara jamu gendong tak cukup hanya bicara herbal. Ada nilai budaya sebagai wujud kearifan lokal. Lalu ada pula wujud sosial dalam kemandirian kaum perempuan. Para penjual jamu gendong juga harus beradaptasi dengan jaman. Untuk kemasan dan higienitas harus diperhatikan. Untuk racikan juga tetap dipertahankan. Sasar pangsa pasar jamu tradisional dengan transaksi online,” ungkap Wawali Yogya. (Fadholy)
