Setiap Hari Ada 738,71 Ton Sampah di Sleman, HPSN Momentum Mengingatkan Komitmen Penanggulangan

share on:
Bupati Kustini pada Peringatan HPSN 2023, di kawasan Tlogo Putri Kaliurang, Jumat (10/3/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023 digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, di kawasan Tlogo Putri Kaliurang, Jumat (10/3/2023).

Acara tersebut dirangkai gopyok sampah, penebaran benih ikan, kerja bakti dan penanam bibit pohon bersama Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

HPSN kali ini menjadi momen peringatan peristiwa longsornya sampah di Tempat Pemrosesan Sampah (TPA) Lowigajah Cimahi  21 Februari 2022 silam. Sebanyak 157 orang dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan gas Metana pada tragedi tersebut. Dari kejadian tersebut gerakan pengelola sampah lebih digalakkan hingga saat ini.

“Tahun ini menjadi momen untuk menggerakkan kembali masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak. Tema HPSN 2023 adalah ‘Tuntas Kelola Sampah Untuk Mensejahterakan Masyarakat’ yang bertujuan untuk mendorong perekonomian masyarakat dengan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Epiphana.

Ia mengajak masyarakat serta pedagang di kawasan Tlogo Putri untuk mengelola sampah dengan baik dan benar.Terlebih lagi pasca pandemi ini, kegiatan perekonomian dan pariwisata semakin menggeliat sehingga volume sampah juga semakin besar.

Epiphana dalam laporaannya mengatakan, rangkaian pelaksanaan Peringatan HPSN di Kabupaten Sleman juga telah dilaksanakan agenda gopyok sampah di Kapanewon Minggir, Berbah, dan kawasan Kaliurang. Kegiatan melibatkan beberapa elemen masyarakat dari kapanewon, lembaga pengelolah sampah mandiri, komunitas peduli sungai hingga Batalyon Infranteri 403.

“Kami ingin sekaligus mengingatkan kepada pedagang dan masyarakat terutama di kawasan wisata ini, ayo kita kelola sampah dengan baik dan benar. Harapannya masyarakat bisa berupaya untuk mengurangi dan memilah sampah,” ajak Epiphana.

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memberikan arahan pada masyarakat agar mengelolah sampah mulai dari rumah sejak hari ini. Penanganan sampah butuh komitmen, kerjasama dan kesadaran dari semua pihak. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup Sleman, masyarakat Sleman membawa 738,71 ton sampah per hari.

“Semua pihak harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Apabila kita tidak bergerak, maka Mei nanti sampah-sampah sudah ditolak di Piyungan. Sehingga pada semua Kepala OPD, Panewu dan seluruh stakeholder silahkan untuk mengerahkan timnya,” tutur Kustini.

Bupati juga mengingatkan komitmen senua pihak dalam penanggulangi sampah. Mengurangi sampah di Kabupaten Sleman bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, sehingga setiap OPD dan masyarakat perlu memahami dan menjaga komitmen untuk mengurangi, mimilah dan mengolah sampah. (Agn)


share on: