SMP Muhammadiyah 9 Yogya Gelar Pesantren Ramadhan Daring

share on:
Kegiatan pesantren daring siswa || YP-Mufti

Yogyapos.com (YOGYA) - Wabah Covid-19 yang masih terus berlangsung sampai saat ini mengharuskan semua kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan di rumah. Tujuannya meminimalisir kontak fisik secara massal sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Media daring dirasa sangat efektif tak hanya untuk pembelajaran saja, namun cukup mendukung bagi sekolah menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan.

Kepala SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta, Susamta SPd saat dikonfirmasi yogyapos.com, Selasa (12/5/2020), menyampaikan berdasarkan Kalender Pendidikan Tahun 2019/2020, salah satu kegiatan sekolah selama bulan Ramadhan 1441 H adalah Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini wajib diikuti siswa kelas 7 dan 8 yang berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 11-12 Mei 2020/18-19 Ramadhan 1441 H.

“Sudah 8 minggu siswa belajar di rumah, sedangkan di minggu ke-9 sekolah mengadakan ‘Pesantren Ramadhan Daring’. Saya minta para siswa mengikuti kegiatan tersebut sebaik-baiknya. Tetap bersemangat, di rumah saja, jangan lupa selalu membantu orangtua," pesan Susamta dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan melalui video YouTube 11 Mei 2020 lalu.

Dia menuturkan, mengingat situasi kondisi masih masa tanggap darurat Covid-19, para siswa melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan ini di rumah masing-masing dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pihaknya memohon bantuan  orangtua/wali siswa mendampingi dan membimbing putra-putrinya. Di samping itu memastikan pula paket data terpenuhi selama kegiatan pesantren daring.

"Agenda kegiatan pesantren daring sudah dikirim melalui wali kelas masing-masing. Para siswa kami harapkan supaya memperhatikan betul susunan acaranya yang menjadi panduan pelaksanaan kegiatan di rumah," katanya menegaskan.

Menurut Susamta, jurnal kegiatan Pesantren Ramadhan Daring ini bersifat mandiri dan individu. Penilaiannya masuk mata pelajaran Al Islam pada aspek ibadah. Siswa diminta mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk foto (foto sedang salat, taddarus, membantu orangtua, atau foto kegiatan lainnya sesuai jadwal), minimal satu foto. Setiap malam dokumentasinya dikirimkan ke wali kelas masing-masing.

"Ada sesi menyimak kultum yang disampaikan oleh ustadz Miftahul Falah setiap hari. Tugas siswa terkait hal ini adalah membuat kesimpulan dari kultum itu," imbuhnya.

Sebagai kendali kegiatan, di akhir sesi panitia membagikan Google Form untuk diisi siswa sehubungan kegiatan pesantren daring yang sudah dilakukan. Link dibagikan usai salat Isya/Tarawih, selanjutnya siswa dipersilakan mengisinya dengan tenggat waktu sampai pukul 04.00 WIB.

Susamta berpesan, khususnya kepada seluruh orangtua siswa SMP Mulanta dan seluruh masyarakat umumnya yang telah bersikap proaktif, tetap memastikan putra-putrinya belajar di rumah. Selain itu selalu menjaga kesehatan, melaksanakan ibadah bersama keluarga, dan mendampingi ananda belajar, karena ini merupakan masa-masa sulit bagi semuanya.

“Namun kita harus yakin, tetap bersemangat dan terus berdoa, semoga situasi kondisi sulit ini segera teratasi dan berakhir. Allah tidak akan memberikan cobaan pada hambaNya di luar batas kemampuan. Semoga kita segera bertemu kembali dalam sebuah naungan pendidikan, mendampingi, membina, serta mendidik anak-anak kita.” ucapnya sambil mengamini.

Tak lupa, dirinya beserta seluruh keluarga besar SMP Mulanta mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, sekaligus ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1441 H. Semoga semua amal ibadah kita diterima Allah SWT. Taqobalallahhu mina wa minkum, taqobal yaa kariim. Minal aidin wal  faidzin, mohon maaf lahir batin. (Muf)

 

 


share on: