Sri Purnomo: New Normal Bukan Berarti Bebas dari Protokol Kesehatan

share on:
Bupati Sri Purnomo saat teleconference || || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Tanggap darurat di DIY masih sampai tanggal 30 Juni 2020. Protokol kesehatan harus dipegang betul sambil menerapkan pola hidup bersih dan sehat. New normal bukan berarti sudah normal dan merasa bebas. Tetapi tetap memegang teguh protokol kesehatan selama bekerja. Sampaikan kepada masyarakat bahwa bekerja dengan protokol kesehatan.

Demikian pesan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi saat memberikan arahan kepada jajaran pemerintah Kabupaten Sleman, camat, kepala desa, pengurus PHRI, ASITA, desa wisata, perguruan tinggi pariwisata tentang hasil rapat dengan Gubernur DIY, Jumat (29/5/2020) melalui video conference.

New normal bisa dimaknai sebagai kehidupan yang kita laksanakan sesuai kompetensi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. "Apabila kehidupan kita lalui sesuai protokol kesehatan, insya Allah kita akan sehat,” tandasnya.

Terkait keberadaan Yogyakarta sebagai kota pendidikan dimana Sleman merupakan jantungnya, Bupati menekankankan bahwa mahasiswa adalah keluarga kita.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan perguruan tinggi di Sleman untuk mengantisipasi tahun ajaran baru. Masyarakat dimana ada kos mahasiswa harus mempersiapkan kedatangan para mahasiswa baru. Jangan sampai salah dalam menanggapi agar tidak menjadi masalah,” pesan Sri Purnomo.

Ia wanti-wanti, jangan ada penolakan atas kehadiran para mahasiswa yang akan kembali ke kos. Semangat melawan Covid-19 jangan sampai salah arah sehingga tidak tepat sasaran.

Untuk warga Sleman yang akan kembali ke kota lain seperti Jakarta, Bupati berpesan agar warga menyiapkan betul persyaratan yang lengkap dan memadai.

"Gubernur DKI Jakarta sudah memberikan syarat kembalinya warga ke ibukota, maka kami minta para kepala desa untuk mengingatkan warganya agar memenuhi segala administrasi dan persyaratan sehingga tidak menjadi korban hanya karena ketidaktahuan,” papar Sri Purnomo.

 

Terkait dengan dunia pariwisata, Bupati Sleman menekankan pentingnya semua destinasi dan pelaku pariwisata di Sleman untuk mempersiapkan betul beragam prosedur dan protokol kesehatan sebelum nanti destinasi wisata dibuka. "Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam waktu dekat akan mengundang para pelaku wisata untuk membuat kesepakatan mengenai penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi dibukanya kunjungan wisata,” pungkasnya. (Wahjudi Djaja)

 


share on: