Stop YACONA Palsu! Pemilik Merek Sudah Mengadu ke Polda

share on:
Dimas Ragil Achir Rudin didampingi pengacaranya menunjukkan bukti laporan dan kepemilikan merek YACONA, Rabu (10/8/2022) || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (YOGYA) – Merasa dirugikan karena obat herbal merek YACONA diduga dipalsukan, Direktur Utama PT Kanca Sukses Bersama (KSB) Dimas Ragil Achir Rudin mengadu ke Polda DIY. Langkah itu dilakukan demi juga melindungi konsumen agar tidak terjebak mengonsumi Yacona palsu.

“Ya dalam melindungi para pelanggan dari tindak pemalsuan produk Yacona, kami PT KSB telah melakukan gebrakan serentak untuk mentakedown semua produk YACONA palsu yang dijual di platform marketplace. Bisa Sehingga pelanggan terhindar dari mengonsumsi YACONA palsu yang bisa membahayakan kesehatan,” ujar Dimas didampingi Komisaris Utama Muhamad Aziz Safrudin, serta tim pengacaranya Robby Andrian SH MH dan Sigit Fajar Rohman SH MAP, di Ingkung Grobok Yogya, Rabu (10/8/2022).

Dimas ngungkapkan, pemalsuan Yacona itu sudah tercium sejak sekitar 4 bulan lalu. Ratusan akun didapati menjual produk palsu tersebut diantaranya melalui Shopee Indonesia. Kemudian pihak kepolisian sudah langsung bergerak, berhasil mengidentifikasi pembuatnya di wilayah Demak dan Wonogiri.

“Kami berharap para pelaku bisa segera ditangkap. Akibat pemalsuan itu kami juga mengalami potensi kerugian antara Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar,” katanya.

Selama ini, kata dia, Yacona produksi PT KSB dijual Rp 340 ribu/botol. Namun Yacona yang telah dipalsukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab itu dijual lebih murah karena memang bahannya berbeda dan bisa membahayakan bagi kesehatan. Beberapa ciri YACONA palsu diantaranya hologram dalam kemasan tidak berlogo Almanar dan bertuliskan Original atau tulisan selain Almanar. Sedangkan yang asli memiliki hologram bertulis Almanar Herbafit.  Ciri lain yang palsu adalah kemasan berwarna putih kusam, sedangkan yang asli berwarna putih cerah bersih. “Juga yang palsu itu tutup botol tidak bersegel plastik shrink, sedangkan yang asli menggunakan segel plastik shrink berlogo YACONA,” urainya.

Sementara itu, Advokat Sigit Fajar Rohman SH MAP selaku pengacara pelapor menyatakan pengaduan yang dilakukan kliennya ini lebih khusus menyangkut pelanggaran hak merek yakni Pasal 100, 101, 102 dan 103 UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

“Ancaman hukum bagi pelanggar adalah penjara maksimal 5 tahun dan atau denda paling banyal Rp 2 miliar,” jelasnya.

YACONA adalah produk herbal diabetes dalam bentuk kapsul yang terbuat dari ekstrak daun Yacon  dan beberapa bahan herbal lain. Bermanfaat untuk membantu menurunkan gula darah dan perbaikan sel beta pankreas. (Met)


share on: