Stunting di Sleman Menurun, Dandim Salurkan 100 Paket Bantuan

share on:
Dandim 0732/Sleman Letkol Arm Danny Arianto Pardamean Girsang SSos MHan saat menyalurkan bantuan kepada anak stunting, di Pendopo Kalurahan Sendangadi Kapanewon Mlati Sleman, Sabtu (4/2/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Mendukung program percepatan stunting di Kabupaten Sleman, Kodim 0732/Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan 100 paket bantuan bagi anak stunting di wilayah Sleman.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman bersama Dandim 0732/Sleman Letkol Arm Danny Arianto Pardamean Girsang SSos MHan selaku Bapak Asuh Stunting Kabupaten Sleman, di Pendopo Kalurahan Sendangadi Kapanewon Mlati Sleman, Sabtu (4/2/2023).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-emakemak-pun-ikut-unjukrasa-warga-nglarang-terdampak-tol-tuntut-keadilan-9601

Dandim Letkol Danny mengungkapkan, penyerahan bantuan bagi anak stunting ini merupakan kerja sama antara TNI-Polri dan Pemkab Sleman sebagai tindak lanjut arahan dari Pemerintah Pusat.

“Kegiatan ini wujud sinergitas TNI-Polri dan Pemkab Sleman dalam mendukung program percepatan penurunan stunting khususnya diwilayah Sleman,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan dibanding dengan Kabupaten/Kota di DIY, kasus stunting di Sleman terbilang rendah. Tetapi hal tersebut menurutnya tidak menurunkan upaya TNI-Polri serta Pemkab Sleman untuk terus melakukan langkah- langkah percepatan penurunan stunting di Sleman. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bphtb-sleman-mencapai-rp-2394-miliar-sepuluh-ppat-peroleh-penghargaan-9611

Sementara itu Danang Maharsa menyampaikan, kemiskinan dan permasalahan stunting menjadi prioritas saat ini. Stunting di Sleman mengalami penurunan, pada tahun 2021 berada di angka 6,9 persen. Pada tahun 2022 berada di angka 6,8 persen. Sedang penurunan satu persen ini menurutnya tidak bisa dilihat hanya presentasi. Namun ada perbedaan dari cakupan data pada tahun 2021 dan tahun 2022.

“Pada tahun 2021 data yang dikumpulkan terkait stunting hanya mancakup 63 persen dan balita yang ada di Kabupaten Sleman. Cakupan tersebut dikarenakan adanya kendala terlebih kondisi Covid-19. Sementara pada tahun 2022, pendataan mencakup hingga 93 persen balita yang ada di Sleman,” jelasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pangkalan-tni-au-adisutjipto-sosialisasi-uu-pengelolaan-sdn-untuk-pertahanan-negara-9613

Danang juga menyebutkan penurunan angka stunting di Sleman ini hasil dari kerjasama yang baik dari seluruh pihak yang berkomitmen untuk menghadapi permasalahan stunting yang ada di Sleman. Adapun bantuan yang diserahkan tersebut yakni, 100 paket terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, telur ayam 1 kilogram, susu anak khusus, dan minuman sari kacang hijau. (Agn)

 


share on: