Yogyapos.com (SLEMAN) - Rencana pembangunan fasilitas olahraga yang dinamai Donokerto Sport Center (DSC) di Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi kini mendapatkan ‘lampu hijau’. Dalam rencana ini Pemerintah Kalurahan telah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Sesuai desain konstruksi bangunan akan didirikan pada lahan di wilayah Padukuhan Gunung Anyar yang jaraknya sekitar 1 km dari kantor kalurahan, dengan rancana anggaran mencapai sekitar Rp 56 miliar.
Lurah Donokerto, R Waluyo Jati ST menjelaskan DSC akan dibangun pada lahan seluas 3,6 hektar. Mengenai pengajuan izin gubernur sudah dilakukan sejak 2016 dan telah telah diterbitkan izin pada Desember 2017 yang isinya bahwa lahan tersebut diizinkan untuk pembangunan fasilitas olahraga.
“IMB sudah kita dapatkan pada 17 Desember 2020, nantinya akan kita bangun sebanyak 5 lapangan, diantaranya lapangan sepakbola standar dengan rumput internasional dilengkapi tribun, lapangan bola voli indoor, lapangan futsal indoor, lapangan bola basket indoor dan lapangan tenis,” jelas Jati kepada yogyapos.com di kantornya, Rabu (24/3/2021).
Selain sarana olahraga, sesuai permintaan Pemda DIY, karena adanya keistimewaan di DIY makan akan dibangun pula gedung kesenian bernuansa Mataraman. “Nanti akan dibuat pula bangunan joglo, merupakan gedung serbaguna untuk pementasan kesenian,” ujarnya.
Menurut dia, tidak cukup persyaratan IMB saja, pihaknya tengah mengupayakan izin usaha pertambangan (IUP) guna kepentingan penataan lahan untuk mengeluarkan material dari lokasi.
“Sebenarnya yang mau dikeluarkan itu semacam limbah, berupa tanah bercampur pasir, namun kita tetap mengajukan izin, namun ada perubahan yang sebelumnya cukup di ESDM DIY, dengan adanya UU Cipta Kerja itu berubah, kita harus mengajukan ke pusat, ini kita tinggal menunggu rekomendasi karena persyaratan sudah masuk semua,” ungkapnya.
Soal alokasi anggaran, kata dia, pernah dilakukan pengajuan melalui ke Kemenpora, saat ini sedang ditindaklanjuti, selain itu pihaknya juga berharap ada alokasi anggaran lain yang dimungkinkan bisa diakses andaikata dari Kemenpora belum mencukupi, semisal dari Dana Keistimewaan dan APBD Sleman.
“Namun waktu itu IMB belum terbit, saat ini kita disarankan dari Pemkab untuk pengajuan melalui Dispora Sleman, semula dianggarkan Rp 50 miliar, kemarin terjadi pembengkakan lagi menjadi sekitar Rp 56 miliar, kemungkinan realisasi pembangunan pada tahun depan (2022), mungkin tahun ini penataan lahan dulu,” rincinya.
Dia berharap fasilitas ini nantinya dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk pengembangan olahraga dengan prasarana yang lebih representatif dan memadahi.
“DSC ini nantinya bukan milik warga Donokerto saja, namun seluruh masyarakat Sleman, terutama di Sleman bagian Utara. Diharapkan di Donokerto menjadi Kalurahan yang berbasis olahraga masyarakat karena kesehatan yang utama,” harap dia. (Eko Purwono)
