Yogyapos.com (BANTUL) - Memasuki Bulan Suro (Muharam) para penjamas keris di Banyu Sumurup Imogiri Kabupaten Bantul banyak memperoleh order dari para pemilik dan kolektor benda pusaka tinggalan warisan budaya adiluhung.
Hal ini, seperti yang dialami oleh penjamas yang juga produsen rongko (rangka) di Banyu Sumurup, Suratman dan beberapa saudaranya yang mempunyai pekerjaan ini.
“Memang sejak beberapa hari terahir, saya dan para pejamas sudah banyak orang yang memesan dan meminta agar keris milik mereka dijamas. Namun, jamasan akan kami lakukan sejak hari kedua Bulan Suro,” ungkap Suratman yang juga selaku Ketua Fraksi PDI Perjuagan DPRD Bantul, Suratman kepada yogyapos.com, di Bantul, Rabu (19/8/2020).
Menurutnya, apabila dilihat dari status pekerjaannya, para pengguna jasa penjamas keris bermacam-macam diantaranya misalnya pejabat, pengusaha, kolektor dan seniman. Dalam menjamaskan keris, mereka ada yang meminta agar penjamas menjamas di rumah pimilik, tetapi ada pula yang datang dan mebawa kerisnya ke penjamas.
“Meski ongkos menjamaskan keris relatif murah atau standarnya hanya Rp 40.000 per bilah. Akan tetap ada yang memberikan upah lebih bahkan bisa tiga kali lipat dari standar,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pihaknya sebagai penjamas keris dan membuat rangka benda ini, menjamas bukanlah semata mencari untung. Namun menjamas merupakan kepuasan tersendiri, terutama saat keris yang dijamas merupakan keris yang berkualitas.
Menjawab pertanyaan tentang menjamas keris mempergunkan apa, Suratman mengungkapkan menggunakan warangan (ramuan untuk menjamas). Jenis warangannya juga bermacam macam dan digunakan sesuai dengan jenis dan kualitas keris yang dijamasnya. Jika kualitas kerisnya lebih bagus, warangannya juga semakin bagus.
Dusun Banyu Sumurup Imogiri, merupaka dusun yang sejak lama warga masyarakatnya bekerja sebagai pembuat kerangka keris dan penjamas keris. (Supardi)
