Yogyapos.com (BANTUL) - Orang yang kehilanqan pekerjaan alias putus kerja dari tempat dia bekerja, seringkali mendadak bingung. Maklum karena secara otomatis kehilangan pendapatan dan umumnya kesulitan untuk memeroleh pekerjaan barunya guna menghidupi diri maupun keluarganya.
Hal itulah yang pernah dialami oleh Suyanto (54) warga Wonorejo 1 RT 04 Gadingsari Sanden Kabupaten Bantul. Peristiwa terjadi pada 2006. Ia terkena PHK dari perusahaan tempat bekerjanya, sebuah pabrik ban.
Sempat bingung menghadapi kenyataan. Namun semangat dan optimismenya, tergeraklah pemikiran taktis dan kreatif. Sehingga perlahan kesusahan yang dialaminya menjadi hilang bahkan menjadi lebih gembira.
“Pada saat saya menganggur susah dan bingung. Saya memutar otak, disaat merenung dan berpikir itulah saya melihat banyak kelapa di sekitar sini. Maka muncul ide untuk membuat kerajinan dari bahan baku itu mulai 2007,” ungkap Suyanto, di rumahnya yang juga dijadikan tempat bekerja, Dusun Wonorejo dalam rangka ekpose dinamika potensi Bantul oleh Dinas Kominfo Bantul, Kamis (10/10/2024).
Suyanto mengatakan, kelapa yang masih utuh berkat keterampilan tanganya direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi berbagai barang berharga dan laku jual.
“Kelapa ini saya dapatkan di sekitar sini dan saya buat menjadi kepala kera, celengan (tempat tabungan) berbentuk kura-kura dan burung. Selain itu juga kerajinan lain sesuai selera dan pesenan konsumen,” paparnya.
Selama ini harga jual hasil produksi Suyanto berupa kepala kera harganya Rp 12.000 hingga Rp 15.000 per unit. Tabungan berbentuk kura-kura Rp 20.00 per unit.
“Hasil kerja kerajinan saya dipasarkan ke para sejumlah tempat diantaranya di para pedagang dan pengguna di Yogyakarta dan Bali,” tutur Suyanto sambil mengukir batok kelapa menggunakan pisau.
Dijelaskan, sistem pemasarannya masih manual dan langsung. Belum secara online. Namun itu juga sudah cukup laku dan efektif.
Ia juga mengungkapkan, jika pas ramai tenaga kerjanya mencapai 7 hingga 8 orang. Saat sepi, pekerjanya cuma satu hingga 3 orang setiap harinya. Sedangkan jumlah produksinya rata-rata 3-6 unit untuk setiap pekerja dalam setiap hari.
“Alhamdulillah berkah pekerjaan ini saya sudah dapat menyekolahkan dua anak hingga selesai,” sambungnya.
Kunci keberhasilan membuat handicraft dari kelapa adalah kreatif dan telaten serta peralatanya diantaranya pisau harus baik dan tajam.
Menjawab yogyapos.com tentang perhatian pemerintah, Suyanto hanya menyatakan harapannya agar pemerintah membantu pemasaran hasil produknya dan bantuan permodalan. (Spd)
