Syawalan Warga RT 05 Krapyak Wetan, Ustad Mukhlisin Ajak Saling Memaafkan

share on:
Warga khusyuk mendengarkan hikmah syawal oleh Ustadz Mukhlisin Purnomo || YP-Mufti AM

Yogyapos.com (BANTUL) - Ustadz Mukhlisin Purnomo mengatakan puasa adalah ibadah rahasia yang tidak tampak dalam pandangan manusia. Hanya Allah saja paling mengetahui serta menilai puasa seseorang. Ibadah lain terlihat dan mudah diketahui orang secara lahir.

“Shalat misalnya, bisa diketahui ketika seseorang takbiratul ihram, ruku kemudian sujud. Itu adalah gerakan fisik yang mudah teridentifikasi,” ujarnya saat mengisi pengajian syawalan warga RT 05 Krapyak Wetan, Panggungharjo Sewon Bantul, Rabu (17/05/2023) malam.

Begitu juga zakat maupun ibadah haji, lanjut ustadz Mukhlisin, secara lahir terlihat ketika seseorang mengerjakannya. Namun, ibadah puasa sangat berbeda. Belum tentu orang terlihat lemas, bibir kering, mulut berbau,, atau mengantuk menunjukkan bahwa ia sedang berpuasa. Orang yang sedang menjalankan puasa atau tidak, sulit dibedakan.

“Puasa Ramadhan yang barusan kita laksanakan kemarin bertujuan membentuk kita agar menjadi orang bertaqwa. Maka di bulan Syawal seharusnya terjadi peningkatan kualitas diri,” ungkapnya.

Penyuluh Agama Islam yang pernah tinggal di Krapyak Wetan RT 05 ini menjelaskan Syawal itu sendiri berarti peningkatan. Karena meningkat, seharusnya masjid bertambah ramai tambah makmur. Kita makin rajin beribadah, baik shalat, sedekah atau amal kebaikan lainnya. Bukan sebaliknya kembali seperti semula atau bahkan justru menurun.

“Semakin kita taqwa semakin takut pula kita kepada Allah. Taqwa jangan hanya disebut-sebut setiap Ramadhan tiba, harus selalu diterapkan setiap hari di luar Ramadhan. Setelah Ramadhan diteruskan dengan bulan Syawal atau bulan peningkatan,” katanya.

Mengutip beberapa pandangan ulama, ustadz Mukhlisin memaparkan ada 4 ciri taqwa bagi orang beriman. Pertama, munculnya rasa takut kepada Allah. Ia akan merasa selalu diawasi sehingga tidak berani berbuat dosa atau melakukan perbuatan tidak baik sekecil apapun.

Kedua, mematuhi semua perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Puasa menjadi salah satu ujian dalam hal ini. Biar tak seorangpun melihat, tetapi orang yang berpuasa tidak mau minum atau makan secara sembunyi-sembunyi walaupun lapar haus sangat ia rasakan.

Ketiga, selalu menerima dan bersyukur atas anugerah Allah. Terkadang nafsu membuat manusia berusaha mendapatkan setiap keinginan. Cenderung melihat materi yang dimiliki orang lain. Ia lupa bahwa masih banyak orang kurang beruntung dibanding dirinya.

Keempat, mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat. Bukan berarti tak memikirkan dunia sama sekali. Akan tetapi segala amal perbuatan di dunia sebagai bekal menuju akhirat.

“Di momen idul fitri ini, saya ingin menyampaikan  Taqobbalallahu Minna Wa Minkum. Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian. Mari kita saling memaafkan atas segala kesalahan,” pungkas  ustadz Mukhlisin.

Syawalan warga yang bertempat di mushola Al Manshur ini sebelumnya diisi pula sambutan dari Kepala Dukuh Krapyak Wetan, Ketua RT 05, dilanjutkan pembacaan ikrar syawalan dan diakhiri  kegiatan ibu-ibu PKK. (Mufti AM)

 

 


share on: