Yogyapos.com (SURAKARTA) - Prodi DKV FSRD ISI Surakarta menambah satu dosen dengan predikat Doktor, Taufik Murtono SSn MSn, setelah yang bersangkutan berhasil memertahankan disertasinya, baru-baru ini.
Lewat disertasi berjudul ‘Konsep Perancangan Dari Praktik Komunitas Urun Daya Rancang Grafis : Studi Beberapa Wilayah di Indonesia’, Taufik sukses menghasilkan konsep rancang grafis berdasarkan pengalaman orang lain yang dijabarkan melalui beberapa aspek. Pertama, dasar pemikiran toleransi, intersubjektivitas, infinitas, dan sensitivitas. Kedua, berupa prinsip perancangan, merancang, perancang, dan pengguna berdasarkan pergeseran makna. Ketiga berupa metode perancangan berbasis pengalaman orang lain dengan langkah orientasi, familiarisasi, investigasi, curah gagasan, eksperimentasi, evaluasi, dan produksi.
Selaku Promotor dalam promosi ini Prof Dr Santosa SKar MMus MA. Sedangkan Kopromotor 1 yaitu Dr Didit Widiatmoko Soewardikoen MSn dan Kopromotir 2 Prof Dr Drs Guntur MHum yang membimbing selama proses penyusunan disertasi yang telah melewati Ujian Tertutup.
Dengan demikian Prodi DKV FSRD ISI Surakarta menambah satu dosen dengan predikat Doktor, dimana sudah ada 3 (tiga) Doktor sebelumnya, sehingga bisa meningkatkan kinerja civitas akademik agar lebih berkembang kedepannya dengan penambahan dosen bergelar doktor.
Hasil disertasi diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai konsep perancangan desain komunikasi visual berupa konsep urun daya rancang grafis yang berkembang di beberapa wilayah di Indonesia.
Asmoro Nurhadi Panindias SSn MSn selaku Kaprodi DKV sangat bangga dengan kelulusan Taufik Murtono dan menambah jumlah doktor yang ada di prodi sehingga SDM yang bergelar doktor sebanyak 4 dosen dari sepuluh dosen Prodi DKV FSRD ISI Surakarta.
“Kami bangga atas keberhasilan doktor baru ini, semoga dapat memperkaya khasanah pengetahuan bagi para mahasiswa nantnya,” ujar Asmoro, Kamis (24/3/2022).
Acara promosi doktor dipresentasikan di depan tim dosen penguji secara blended ini dihadiri oleh pimpinan kampus, dekanat, jurusan, program studi dan kolega menjadi saksi proses ujian terbuka tersebut. (*)
