Terjadi Penurunan Angka Stunting pada Balita di Sleman

share on:
Workshop Review Kinerja Tahunan Aksi Intergrasi Stunting Kabupaten Sleman, di Graha Sarina Vidi, Senin (12/12/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk menekan kasus stunting dengan memberikan ragam edukasi kepada para orang tua di wilayahnya. Sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat serta mendongkrak anak-anak berprestasi dalam memajukan bangsa.

Hal itu dikatakan Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman dr Mafilindati Nurani MKes dalam Workshop Review Kinerja Tahunan Aksi Intergrasi Stunting Kabupaten Sleman, di Graha Sarina Vidi, Senin (12/12/2022).

Selain itu dari layanan juga ada program-program pengentasan kemiskinan yang semestinya. Artinya ada berbagai stakeholder yang terlibat tidak hanya dari unsur pemerintah saja, tetapi dari berbagai akademisi hingga swasta yang telah memberi ragam materi untuk masyarakat.

“Maka dari itu melalui Workshop Riview Kinerja Kinerja Tahunan Aksi Integrasi Kabupaten Sleman 2022 pihaknya ingin membuat rencana dan pencapaian penurunan stunting 2023,” paparnya.

Mafilindati mengungkapkan, melalui workshop tersebut pihaknya ingin mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pencapaian target dari kinerja dan merumuskan tindak lanjut pencapaian target kinerja pada tahun  selanjutnya.

“Pencegahan stunting itu ada delapan aksi.Satu diantaranya melalui konvergensi stunting maka harus dibentuk penguatan kelembagaan tim percepatan penanggulangan stunting Alhamdulillah di Sleman sudah terbentuk sampai tingkat kalurahan,” tandasnya.

Disampaikan pula berdasarkan pencatatan secara elektronik oleh para kader, angka stunting pada anak-anak telah mengalami penurunan. Pada balita menurun menjadi 68 persen pada tahun 2022, sedangkan tahun sebelumnya 2021 penurunan stunting ada 6,92 persen.

“Perbedaannya tahun lalu masih ada Covid-19, jadi yang diukur itu baru 63 persen dari seluruh balita yang ada di Kabupaten Sleman.Sedang untuk tahun 2022 sudah relatif aman, jadi yang diukur sudah mencapai 93 persen dari seluruh balitadi Kabupaten Sleman,” jelasnya. 

Dalam workshop tersebut turut hadir Setaf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Heru Sutopo SH, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Jazim Sumirat SH MSi. (*/Agn)


share on: