Terpuruk, Destinasi Wisata Agrowisata Menunggu Perhatian Dispar

share on:
Wajah depan Agrowisata Sleman yang kini nampak kusam || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman kiranya perlu melakukan pembinaan serta membantu membenai dan kemudian mempromosikan destinasi Agrowisata. Pasalnya destinasi wisata yang pada tahun 1990-an merupakan salah satu primadona wisata di Sleman ini berada di Bangunkerto Turi Sleman dan dikenal dengan kebun salak pondohnya sekarang hampir tidak pengunjungnya. Ibarat ‘Hidup Segan Mati Tidak Mau’. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-3600-desa-wisata-belum-masuk-aplikasi-desa-wisata-nasional-7571

Padahal di kebun ini koleksi salak pondoh punya jenis dari berbagai daerah Indonesia hanya dikenakan biaya masuk setiap orang Rp 15.000 mereka sudah bisa mengelilingi kebun salak. Bahkan pengunjung di kebun ini bisa memetik salak dan makan sepuasnya. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin membawa pulang salak untuk oleh-oleh bisa membelinya dengan harga murah.

Sejuk dan teduh tapi kurang terawat || YP-Agung DP

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata Sleman turut campur membangkitkan kembali destinasi Argowisata mungkin dengan membenahi fasilitas yang sudah ada atau menambah sarana lagi. Sehingga perekonomian hidup kembali dan para pelaku UMKM yang ada bisa memasarkan pada wisatawan Agrowisata ini,” ungkap Wardi, sukarelawan penjaga Agrowisata ketika ditemui yogyapos.com, Rabu (4/5/2022), di Loket  Argowisata. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-desa-wisata-karang-trimulyo-gencarkan-dolanan-anak-7477

Wardi menjelaskan, guna menarik pengunjung serta mempertahankan kelangsungan hidup tempat wisata ini sebelum pandemi Covid-19 setiap minggu diadakan event lomba burung. Bagi pengunjung masuk dikenakan dikawasan taman Agrowisata harga tiket Rp 3.000.

“Sekarang yang kita tawarkan pada pengunjung kebun salaknya dengan petik salak sendiri. Karena kebun salaknya sampai sekrang tetap berjalan bahkan sudah ada pelanggannya luar daerah 2 sampai 3 bus dan itu sebelum diberlakunya PPKM,” jelas Wardi yang mengaku hanya 4 orang secara bergantian jaga Agrowisata ini.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pokja-dinpar-diy-uji-coba-draft-instrumen-akreditasi-di-desa-wisata-karang-sleman-7706

Menurut Wardi sepinya pengunjung juga disebabkan salah satunya semakin banyaknya destinasi wisata yang bermunculan maupun tumbuhnya desa wisata. Di lingkungan wilayah Turi sendiri sudah ada beberapa desa wisata. Belum lagi di tambah destinasi wisata di sekitar Kapanewon Turi.

Kondisinya memprihatinkan || YP-Agung DP

Hasil pantauan terasa suasana sejuk di ketinggian Agrowisata menjadi daya tarik pengunjung. Salah satu yang bisa dinikmati pengunjung adalah danau buatan yang ditengah terbentang jembatan panjang dari bambu terletak di tengah wisata tersebut, wahana untuk permainan anak serta kolam renang juga ada disini.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-desa-wisata-kedung-aren-ikuti-ktf-di-jakarta-8140

Namun sayangnya semua sekarang terbelengkai tidak terurus lagi. Agrowisata merupakan salah satu distinasi wisata yang terletak terletak didaerah lereng merapi sebelah selatan. Berjarak kurang lebih 10 Km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Sleman. Untuk rute jalan menuju Argowisata yang dibuka 1994 ini tidak sulit. Pada tahun 90 an banyak wisatawan berkunjung di Argowisata ini, bahkan salah tempat tujuan study tour sekolah-sekolah dari luar kota. Tetapi seiring perjalanan waktu Agrowisata tidak lagi menjadi pilihan utama wisatawan dengan betumbuhnya destinasi wisata wisata di Sleman. (Agung DP)

 


share on: