Yogyapos.com (SLEMAN) - Tiga pamong Kalurahan Condongcatur yakni, Retnaninggsih SSos (Dukuh Joho ), Reza Pahlevi SPd MPd ( Dukuh Pondok) dan Al Thouvik Sofosalam SIP (Kamituwo) dan meuntaskan pendidikan dengan capaian membanggakan.
BACA JUGA: Lazizku Gelar Pelatihan Duta Zakat, Cetak Amil Zakat Amanah dan Profesional
Mereka berhasil meraih sarjana menyelesaikan studi lanjut di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta dan Wisuda dilaksanakan di Gedung Ganesha STPMD APMD Yogyakarta, Sabtu (11/4/2026).
"Saya berharap ilmu ini bisa saya aplikasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam memajukan Condongcatur," ujar Al Thouvik yang me mengsku, ilmu diperoleh selama kuliah sangat relevan dengan tugasnya di peme rintahan kalurahan dan meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,89.
BACA JUGA: STS Kalbut Jadi Urat Nadi Distribusi LPG Nusantara, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Sementara itu, Retnaningsih menilai pengalaman kuliah membuka wawasan tentang keberagaman serta pembangunan desa. Senada dengan Thouvik, Ia juga ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk memajukan Padukuhan Joho yang dipimpinya selama ini.
Sedangkan Irfani Reza Pahlevi menegaskan, program SULAPAN sangat membantu pamong dalam memperkuat fondasi ilmu pemerintahan. Menurutnya kesempatan studi lanjut penting agar pamong mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
BACA JUGA: Kelembagaan Padukuhan Murangan VII Dikukuhkan, Ini Harapan Danang Maharsa
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengungkapkan program bantuan pendidikan ini bertujuan mendorong pamong terus belajar dan meningkatkan kapasitas, termasuk penguasaan teknologi informasi, sehingga pelayanan publik semakin prima.
"Saya berharap ilmu yang mereka peroleh dapat menjadi bekal dalam pelayanan kepada masyarakat," ujar Reno.
BACA JUGA: Kejari Sleman akan Umumkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Keberhasilan ini tak lepas dari Program Studi Lanjut Pamong Kalurahan (SULAPAN) yang digagas Pemerintah Kalurahan Condongcatur sejak 2021. Melalui program ini, pamong dan staf mendapat bantuan pendidikan mulai Rp 3 juta untuk jenjang S1, Rp 6 juta untuk S2, hingga Rp 10 juta untuk program doktor. (Agn)
