Yogyapos.com (SLEMAN) – Tim Putra Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menorehkan cacatan gemilang sebagai jura Campus League Season 1 Region Yogyakarta setelah pada babak final usai menumbangkan Universitas Semarang (USM) dengan skor 60-54, Sedangkan tim putri Soegijapranata Catholic University (SCU) tampil dominan dengan kemenangan telak 63-31 atas UKSW, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, UII Yogyakarta, Kamis (7/5/2026) petang.
BACA JUGA: Peradi Yogyakarta Dampingi 50 Korban Daycare Little Aresha, Siapkan Gugatan Perdata
Laga final berlangsung sengit sejak awal pertandingan. UKSW harus bekerja keras menghadapi tekanan permainan USM yang tampil agresif sepanjang empat kuarter. Atmosfer pertandingan juga terasa panas dengan dukungan suporter kedua tim yang memadati arena.
USM sempat membuka pertandingan dengan momentum positif pada kuarter pertama. Mereka tampil percaya diri dan berhasil unggul lebih dulu. Namun, UKSW perlahan menemukan ritme permainan dan sukses melakukan comeback untuk menutup kuarter pertama dengan keunggulan 16-14.
BACA JUGA: Pertamina Buka Akses Lebih Luas Program Rekrutmen melalui Aplikasi MyPertamina
Memasuki kuarter kedua, UKSW mulai mengambil alih jalannya pertandingan. Defense mereka tampil solid dan berhasil menghambat aliran serangan USM.
Meski dukungan suporter USM cukup dominan dan membuat atmosfer GOR semakin bising, UKSW tetap mampu menjaga fokus permainan.
BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Lepas 421 Generasi Berprestasi Tahun 2025/2026
Pada periode ini, UKSW berhasil menambah 15 poin, sementara USM hanya mampu mencatatkan satu poin. Momentum tersebut menjadi titik penting yang membantu UKSW mengontrol pertandingan hingga halftime.
Selepas jeda, USM kembali memberikan perlawanan ketat. Intensitas pertandingan meningkat dengan kedua tim saling bertukar serangan cepat.
BACA JUGA: Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Libatkan Enam Kendaraan di Maguwoharjo
Namun, UKSW tetap mampu menjaga konsistensi permainan dan menambah 14 poin, sedangkan USM mencatatkan 12 poin. Kuarter terakhir berjalan dramatis. USM tampil lebih agresif dan mencoba mengejar ketertinggalan lewat permainan cepat serta tekanan penuh di area pertahanan UKSW. Mereka berhasil membukukan 22 poin pada kuarter penentuan, sementara UKSW menambah 15 poin.
Tim purta UKSW pasca kemenangan || YP-ist
Meski mendapat tekanan hingga menit akhir, UKSW tetap mampu menjaga keunggulan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 60-54 sekaligus memastikan gelar juara Regional Yogyakarta.
BACA JUGA: Latihan Irama Perkutut P3SI Sleman Kian Diminati, Kungmania Siap Ramaikan LPJI Phoenix Cup 3
Samuel Kafiar dan Brooklyn Rafael Tristan menjadi pemain penting dalam kemenangan UKSW setelah sama-sama menyumbangkan 13 poin. Permainan kolektif dan disiplin defense menjadi kunci keberhasilan UKSW sepanjang laga final.
Sementara dari kubu USM, Aldi Febriyanto tampil konsisten dengan raihan 19 poin. Deng Kuot Deng juga memberikan kontribusi besar lewat tambahan 15 poin.
BACA JUGA : Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem, Bukan Hanya Bebas Visa
Terkait pelaksanaan kompetisi basket antarkampus ini, CEO Campus League Ryan Gozali menyatakan bersykur telah berlangsung sukses kondusif.
Pihaknya bersama Rektor UII Prof Dr Fathul Wahid ST menegaskan komitmen besar dalam membangun ekosistem olahraga kampus yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembinaan karakter, mentalitas, dan kepedulian sosial mahasiswa.
BACA JUGA: Harga Sapi Mengalami Kenaikan Signifikan, Tembus Rp 30 Juta
Dalam acara penandatanganan kerja sama di Yogyakarta, keduanya menyampaikan visi agar olahraga kampus menjadi wadah permanen bagi pengembangan mahasiswa, baik sebagai atlet maupun sebagai individu yang berintegritas.
CEO Campus League Ryan Gozali dan Rektor UII Prof Dr Fathul Wahid ST || YP-ist
Kerja sama ini akan dilakukan secara bertahap yang memungkinkan UII membentuk tim olahraga resmi untuk berkompetisi di Campus League, hingga pembangunan stadion berstandar Campus League yang dapat menjadi pusat pembinaan olahraga mahasiswa.
BACA JUGA: Unjaya Perkuat Sinergitas dengan Korem 072/Pmk
Prof Fathul Wahid menambahkan olahraga kampus tidak hanya menggabungkan sportivitas dan akademik, tetapi juga harus menumbuhkan empati serta kepedulian sosial. Penting melahirkan mahasiswa yang bukan hanya atlet, melainkan student athlete plus yang memiliki karakter sosial. Kombinasi sportivitas, nilai akademik, dan kepedulian sosial diyakini akan menghasilkan generasi baru yang sportif, taat aturan, dan menjunjung kejujuran.
BACA JUGA: Vanya Wijaya Ajak Generasi Muda Ikut Lomba Nyanyi 'Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I'
Ini penting, karena bangsa kita masih menghadapi banyak persoalan akibat kurangnya sportivitas dalam berbagai bidang. Dengan kerja sama ini, UII berharap dapat menjadi pionir dalam membina mahasiswa yang berintegritas melalui olahraga,” ungkapnya di penghujung acara. (*/red)
