Tingkatkan Profesionalitas, 36 Pengusaha Muda Bantul Ikuti Bimtek Berbasis OSS-RBA

share on:
Bupati Abdul Halim Muslih dan narasumber Bimtek Perizinan yang diinisiasi HIPMI Bantul, Senin (17/10/2022) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 36  pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bantul memperoleh Bimbingan Teknis tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS-RBA) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantul, di Hotel Ros In, Senin (17/10/2022).

Bimtek bertujuan untuk meperluas pengetahuan tentang perizinan dan meningkatkan profesionalitas perusahaan di daerah Bantul. “Perizinan dapat dilayani melalui  Online Single Submission Fisk Base Approach (OSS RBA) yang telah disediakan DPMPTSP Bantul,” kata Kepala DPMPTSP, Anihayah dalam laporannya pada saat pembukaan bimtek ini.

Menurutnya, hingga 26 September 2022  telah terbit sejumlah 8.294 Nomor Induk  Berusaha versi ORS RBA. Perizinan sistem ini sendiri adalah perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik (Onle Single Submission) yang diselenggaran oleh lembaga OSS. Gunanya untuk penyelenggaraan perizinan berbasis risiko.

Ini semua tujuannya guna meningkatkan ekosistem  investasi dan kegiatan berusaha kepada masyatakat. Diberikan kepada berbagai sektor antara lain pertanian, kelautan, lingkungan hidup, pekerjaan umum, transportasi, makanan, penyiaran dan telekomunikasi, pendidikan serta pariwisata. Acuannya berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan.

“Perizinan sangat diperlukan dan diberikan agar para pengusaha lebih mempunyai legalitas sehingga akan semakin mudah dalam mengembagkan usahanya. Selain itu juga untuk memajukan perekonomian Bantul," sambungnya.

Sementara itu, Bupati Bantu H Abdul Halim Muslih mengutip arahan Presiden mengatakan, kini tingkat kemudahan berusaha di Indonesia  pada urutan ke 74 secara international. Ini baru mencapai 3,1 persen dari jumlah penduduk. Dari 100 orang penduduk yang berwira usaha hanya 3 orang. Padahal standarnya dunia adalah 14 persen (segian100 orang penduduk ada 14 orang yang berwita usaha(.    

“Angka tersebut bisa ditingkatkan melalui para pengusaha terutama lagi pengusaha muda. Para pengusaha muda sebenarnya pahlawan karena mampu mendongkrak ekonomi melalui pengembangan usaha, mempekerjakan  warga sehingga membangun warga melalui perekonomian,” tandas Halim.

Para pengusaha yang tergabung dalam HIPMI Bantul juga sangat berpeluang untuk menguatkan perekonomian masyarakat. Maka kemudahan memperoleh perizinan juga dipermudah oleh DPMPTSP Bantul sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bimtek ini juga menghadirkan sejunlah narasumber dari  HIPMI DIY dan Dinas Perijinan DIY serta HIPMI Bantul berlangsung selama sehari. (Spd)

 


share on: