Yogyapos.com (YOGYA) - Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sabtu (30/3/2019) mulai membersihkan seluruh sampah yang ada di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini terkait dengan beroperasinya kembali Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Piyungan Bantul sejak Jum’at (29/3/2019),
DLH Kota Yogyakarta memperkirakan butuh waktu satu minggu untuk melakukan normalisasi tumpukan sampah di Kota Yogyakarta.
“Pengangkutan sampah ke tempat pembuangan sampah akhir Piyungan akan dilaksanakan secara bertahap. Dan dalam seminggu ke depan tidak ada lagi penumpukan sampah di Kota Yogyakarta,” terang Kepala DLH Yogya Suyana.
Walau demikian, kata Suyana, yang terpenting adalah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Jika tidak, kejadian ini dapat berulang lagi di masa mendatang.
Pemkot Yogyakarta melalui DLH terus mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara bijak, baik melalui bank sampah yang tersebar di Kota Yogyakarta maupun berbagai sosialisasi dan edukasi.
Saat ini terdapat sekitar 470 bank sampah yang tersebar di 14 Kecamatan di Kota Yogyakarta. Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (reduce, reuse, recycle) sampah anorganik di tingkat masyarakat. Limbah plastik juga dapat dimanfaatkan menjadi karya artistik melalui ecobrick atau balok bangunan pakai ulang yang dibuat dengan mengemas limbah plastik kering ke dalam botol plastik.
Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk biopori maupun kompos dengan menggunakan komposter sederhana seperti keranjang takakura.
Pemkot Yogyakarta mengajak segenap warga Kota Yogyakarta untuk mengurangi konsumsi, membiasakan diri menggunakan tumbler air minum, mengganti tisu sekali pakai dengan sapu tangan, membawa tas belanja sendiri, tidak menggunakan sedotan plastik, selalu menghabiskan makanan, dan sebagainya.
Untuk berbagai informasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan bisa hubungi Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, DLH Kota Yogyakarta (FB), @DLHkotayk (twitter), @dlh.kotayk (instagram) atau website lingkunganhidup.jogjakota.go.id
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga terus berupaya melakukan pengelolaan berbasis wilayah agar pengelolaan sampah berhenti di wilayah. Sehingga sampah yang dibuang di TPSA berkurang.
Untuk saat ini, Pemkot Yogyakarta tengah menyiapkan Kecamatan Tegalrejo sebagai pilot project pengolahan sampah menjadi batako. Sampah yang dikumpulkan warga akan diproses menjadi residu yang digunakan sebagai bahan utama pembuat batako.
Proses pengubahan menjadi residu tidak menghasilkan asap dan bau sehingga ramah lingkungan. Metode ini nantinya akan dikembangkan ke seluruh wilayah di Kota Yogyakarta.
Dengan berbagai upaya tersebut, sampah yang dibuang ke TPSA Piyungan akan berkurang dan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menangani permasalahan sampah di Kota Yogyakarta.
Tentu saja, untuk mewujudkan Yogyakarta semakin bersih dan nyaman perlu kerjasama berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, korporat, akademisi maupun komunitas.
“Mari kita bersama kuatkan komitmen ciptakan Yogyakatta berhati nyaman dan bawa kembali Adipura ke kota Yogyakarta tercinta,” harap Walikota Haryadi Suyuti. (Afn)
