Tutup Gebyar Pembenihan Nasional VIII, Mentan : Pertanian Menjadi Bantalan Perekonomian Bangsa

share on:
Menteri Pertanian menyimak skema lokasi Gebyar Perbenihan Nasional VIII || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (KULONPROGO) - Bangsa besar ini hanya bisa kokoh kalau pertaniannya kokoh. Kalau ingin bangsa ini tetap baik, tenang, aman, damai, tertib dalam kondisi apapun, selesaikan urusan makanan. Oleh karena itu, apa yang kita tampilkan hari ini adalah jawaban bahwa kita siap dari Yogyakarta.

Demikian ditegaskan Menteri Pertanian RI Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH saat menutup Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional VIII di Jogja Agro Park Nanggulan Kulonprogo, Rabu (31/5/2023) sore. 

Mengawali sambutan dengan mengajak hadirin bersama-sama menyanyikan lagu nasional Indonesia Pusaka, Mentan menyadarkan semua yang hadir untuk mengucapkan terima kasih kepada Ibu Pertiwi. “Mari tepati janji kita pada Ibu Pertiwi, pada Ibu kita. Kita bertanggung jawab pada anak cucu di hari esok agar hidupnya lebih baik,” pesannya.

Apa yang kita lakukan di Kulonprogo ini, lanjutnya, adalah bagian kesiapan kita dalam mengawal bangsa terbesar ke empat di dunia ini. ”Bangsa Indonesia itu dianugerahi Allah nilai-nilai baik. Kenapa? Mataharinya terus bersinar. Anginnya terus bertiup. Airnya datang dari atas dan dari bawah.

“Permasalahannya cuma satu, untuk terus mengakselerasi pertaniannya. Kita tidak boleh kalah dari negara lain,” ungkapnya.

Menteri Pertanian di lokasi penanaman varietas padi di Jogja Agro Park || YP-Wahjudi Djaja

“Kenapa Indonesia bisa bertahan meski tiga tahun diserang Covid-19? Karena pertanian menjadi bantalan ekonomi Indonesia yang luar biasa. Hanya pertanian yang tumbuh 16,42% dibanding sektor lain,” tandasnya. 

Sebelumnya Sekretaris Daerah DIY Benny Suharsono dalam sambutannya menyampaikan, dalam implementasi sistem pertanian modern, benih varietas unggul bersertifikat, hasil panennya lebih tinggi serta lebih adaptif terhadap kondisi dan lokalitas.

“Selain sebagai ajang introduksi dan sosialisasi, Gebyar Perbenihan Tahun 2023 ini menjadi media komunikasi dan kolaborasi lintas sektor,” tandasnya.

Turut memberi sambutan Pejabat Bupati Kulon Progo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, ST MT. Hadir pula Paniradya Pati DIY Aris Eko Nugroho SP MSi, pejabat Forkompimda, para Kepala Dinas Pertanian, serta delegasi Pengawas Benih Tanaman dari seluruh Indonesia.

Penutupan ditandai dengan menyaksikan lahan yang ditanami beragam jenis varietas dengan latar memedi sawah dan catwalk yang digunakan untuk sawah fashion show.

Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional VIII digelar selama tiga hari sejak 29 Mei sampai 31 Mei 2023. Kegiatan yang digelar antara lain display pertanian, gelar teknologi pertanian, job fair, sawah fashion show, reels competition, lukis caping, dan festival memedi sawah dengan juri Wahjudi Djaja, Handoko Roes dan Pramono.  (Iud)

 

 

 

 

 


share on: