Yogyapos.com (YOGYA) - Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Dr H Kasiyarno MHum menerima kunjungan pengampu STIKES Aisyiyah Bandung yang diketuai Tia Setiawati Mkep, di Ruang Sidang Rektorat Kampus UAD Jalan Kapas Yogyakarta, Rabu (3/4/2019).
Sebagaimana diungkapkan Tia Setiawati, kunjungan dilakukandalam rangka memperoleh masukan untuk pengembangan institusi yang dipimpinnya sedemikian rupa, sehingga beroleh kemajuan atau peningkatan status dari Sekolah Tinggi ke Universitas.
"Kami mohon dibantu agar bisa memperoleh izin dalam pengembangannya menjadi Universitas Aisyiyah Bandung," kata Tia Setiawati, didampingi Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat IA Kurniati MPd dan Tia Muthia Umar MSi serta Humas STIKES Aisyiyah Bandung Res RP Ningsih SKep Ners.
Menanggapi hal itu, Rektor UAD Kasiyarno mengatakan kesiapannya memberikan bantuan sebatas kemampuan. Karena kebetulan UAD Yogyakarta telah terakreditasi Institusi A ini memiliki fasilitas kampus yang sangat memadai dan memiliki sistem manajerial yang handal. Kelebihan tersebut akan ditularkannya ke kampus-kampus yang masih berjuang melakukan perubahan status dari sekolah tinggi ke universitas.
Dengan adanya bantuan dari UAD Yogyakarta, diharapkan STIKES Aisyiyah Bandung yang akan berubah menjadi Universitas Aisyiyah (Unisa) Bandung, dapat segera berbenah dan berpacu seperti Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) lainnya.
Ujud bantuan tersebut antara lain dalam bentuk penguatan model penerimaan mahasiswa baru, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan akademik, dan pembinaan kemahasiswaan.
Sementara itu, IA Kurniati dari PWA Jawa Barat yang juga sebagai Ketua BPH STIKES Aisyiyah Bandung menyatakan pihaknya saat ini sudah memiliki lahan sebesar 3.8 hektar yang siap bangun. "Dan hal itu sebagai langkah konkret bagi kami dalam pengembangan sekolah tinggi menjadi universitas," terang IA Kurniati.
Cukup banyak investor yang telah menawarkan diri untuk merealisasikan pembangunan kampus Universitas Aisyiyah Bandung, Jawa Barat. Tapi tentu saja pembangunan fisik kampus tanpa didahului dengan pembangunan akademik, SDM dan kemahasiswaan secara serius tidak akan berarti apapun.
Maka, di sinilah peranan UAD Yogyakarta sebagai salah perguruan tinggi besar milik Persyarikatan Muhammadiyah di Yogyakatta amat diharapkan STIKES Aisyiyah Bandung.
Dikatakan Kasiyarno, yang patut dilakukan STIKES Aisyiyah Bandung saat ini adalah bersegera membuat rincian kebutuhan dengan skala prioritasnya dan waktu yang jelas. Nantinya, Tim UAD Yogyakarta akan membantu mencermati, memberi masukan, dan mendampingi pengembangannya. Pertemuan tersebut ditutup dengan penanda tanganan MoU (Memorandum of Understanding) dari kedua pihak dan pertukaran cindera mata antara Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan Ketua STIKES Aisyiyah Bandung. (Afn)
