Yogyapos.com (SLEMAN) - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui program "Zero Plastic Waste", hasil kolaborasi dengan WWF (World Wide Fund for Nature). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) di Ruang Sidang Fakultas Teknobiologi, Gedung St. Fransiskus Asisi.
BACa JUGA: Pembuang Bayi 'Hugel' Divonis Penjara 7 Bulan, Advokat Rizal Apresiasi Hakim
Sebagai langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, UAJY secara resmi menyelenggarakan KKN Tematik yang merupakan bagian dari kegiatan "Zero Waste". Program ini dapat terselenggara berkat pendanaan hibah dari program Plastic Smart Cities yang diinisiasi oleh WWF. Tujuan dari program ini untuk membangun ekosistem kampus yang minim sampah melalui kolaborasi langsung di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan ini secara khusus mempertemukan mahasiswa UAJY angkatan 2023 selaku peserta KKN Tematik Zero Plastic Waste dengan para perwakilan cleaning service dari setiap area kampus.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Hadirkan 43 Titik Serambi MyPertamina, Sediakan Tempat Singgah Pemudik
Acara dibuka dengan penjelasan dari Dra. L. Indah Murwani Yulianti MSi, dosen Fakultas Teknobiologi, yang memberikan pengarahan mengenai KKN Tematik. Dalam pemaparannya, ia menekankan urgensi dan tujuan utama dari program ini bagi ekosistem kampus. "Tema besarnya dalam kegiatan ini adalah penguatan sistem pengelolaan sampah plastik menuju kampus yang minim sampah. Tujuannya adalah memperkuat kebijakan, menambah sarana, meningkatkan partisipasi, dan membangun sistem monitoring yang berkelanjutan. Harapannya, budaya zero waste betul-betul melembaga di kampus," jelas Indah.
BACA JUGA: AMM Gondomanan Menggelar Gema Takbir Jogja di Malam Idul Fitri, 20 Maret 2026
Program ini hadir untuk merespons terhadap permasalahan sampah yang semakin kompleks. Salah satu tantangan terbesar disampaikan langsung oleh Martana, perwakilan cleaning service, yang menyoroti kendala harian terkait volume sampah organik di area kampus.
BACA JUGA: Ternyata, Aku Cuma Punya Puisi
"Sampah daun memang sangat banyak. Contoh sampah daun yang berguguran, kemudian potongan daun dari hasil pemangkasan tanaman. Nah, itu yang agak sulit kami olah atau kami manfaatkan dan terpaksa harus dibuang ke TPA," ungkap Pak Martana.
Venansius Galih Perkasa Putra SSi MSc selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menegaskan bahwa sinergi ini akan melibatkan mahasiswa dalam pengambilan data dan praktik langsung di lapangan selama satu semester penuh.
BACA JUGA: Ini yang Disampaikan Danrem 072/Pamungkas Menjelang Pindah Tugas
"Teman-teman KKN akan membantu Bapak/Ibu CS dalam hal pengelolaan dan pendataan sampah. Dengan tujuan pengurangan jumlah sampah di UAJY, maka kita harus tau data awalnya berapa, kemudian prosesnya bagaimana, datanya seperti apa, dan nanti di akhir KKN kalian bisa membuat Final Report. Misalnya ternyata setelah sosialisasi, data yang kalian kumpulkan menunjukan jumlah produksi sampah di UAJY menurun," ujar Galih.
BACA JUGA: Penertiban Lapangan Padel Perlu Solusi Berimbang, Bukan Sekadar Penyegelan
Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq SIP MSi yang menjelaskan kebijakan pemilahan dan pengelolaan sampah di kota Yogyakarta. Ia menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dalam krisis sampah saat ini.
BACA JUGA: PDAM Tirta Sembada Jamin Kelancaran Pasokan Air Pada Libur Lebaran 2026
"Kebijakan pengelolaan sampah kita sekarang adalah desentralisasi. Sampah harus selesai di sumbernya, atau setidaknya di tingkat kemantren dan kelurahan. Kita tidak bisa lagi menggunakan pola lama, yaitu kumpul, angkut, lalu buang," tegas Rajwan.
Menurutnya kawasan kampus seperti UAJY ini adalah ekosistem yang sangat ideal untuk menjadi role model atau percontohan, kunci utamanya yaitu pemilahan sejak dari sumber.
BACA JUGA: Sastra, HISKI, dan 'Masa Depan' (Manusia) Indonesia
Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa UAJY diharapkan dapat turun tangan langsung berkolaborasi dengan tenaga kebersihan untuk menciptakan sistem tata kelola dan pemilahan sampah yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan. (*)
