UKDW Yogya Siap Jalankan Perkuliahan Hybrid

share on:
Prosesi launching perkuliahan hybrid || YP-Ist

Sudah lebih dari dua tahun sejak kasus Covid-19 pertama kali diberitakan, dunia pendidikan pun dihadapkan pada situasi kegiatan belajar mengajar yang berbeda. Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta sebagai institusi pendidikan tinggi turut mengambil peran untuk menjamin supayapendidikan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

UKDW pun menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan proses perkuliahan hybrid secara optimal. Salah satunya adalah dengan mengadakan acara ‘Soft Launching Ruang Studio Hagios (H.1.1)’ akhir pekan lalu. Acara ini dihadiri langsung oleh Ir Henry Feriadi MSc PhD selaku Rektor UKDW, Joko Purwadi SKom selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Informasi, Pdt Dr Handi Hadiwitanto MTh selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kapasitas SDM dan Jejaring, Dr Fransisca Endang Lestariningsih MHum selaku Kepala Lembaga Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran (LPAIP), dan Dr Phil Lucia Dwi Krisnawati selaku Kepala Biro Kerjasama dan Relasi Publik. Sebanyak 39 peserta lain yang terdiri dari Dekanat Fakultas, Kepala Biro/Unit/Lembaga, perwakilan dosen dan mahasiswa juga bergabung dalam acara ini melalui platform zoom meeting.

Lucia Dwi Krisnawati yang juga koordinator pelaksanaan program hibah United Board-Pandemic Response Fund (UB-PFR) menyampaikan, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendukung proses perkuliahan hybrid. Salah satunya dengan memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh mitra UKDW. “Pada bulan Juni 2020, United Board for Christian Higher Education in Asia (UBCHEA) memberikan kesempatan mitranya untuk mendapatkan hibah. UKDW mengajukan proposal dan disetujui mendapatkan hibah sebesar $25.000 (senilai Rp 348.443.682) untuk program beasiswa mahasiswa dan pengadaan perlengkapan pendukung,” ujarnya, Rabu (25/8/2021).

Sebanyak 100 mahasiswa UKDW menerima bantuan beasiswa UB-PFR untuk mengurangi biaya kuliah semester ganjil Tahun Ajaran 2021/2022 sebesar Rp 2.000.000/mahasiswa. Pelaksanaan distribusi mahasiswa penerima beasiswa dilakukan oleh Biro Kerjasama dan Relasi Publik bersama Biro Kemahasiswaan, Alumni, dan PengembanganKarir. Sedangkan untuk pengadaan perlengkapan pendukung perkuliahan hybrid, Pusat Pelatihan dan Layanan Komputer (PPLK) UKDW merealisasikan dana hibah sebesar Rp 148.443.682 untuk pengadaaan personal computer, broadcast camera, TV, conference webcam, drawing pad, webcam, mic, clip on, bluetooth USB, tripod gorilla, dan headset. Perlengkapan ini akan digunakan sebagai fasilitas ruang studio Hagios (H.1.1), 50 ruang kelas dan laboratorium,serta lima ruang seminar.

Henry Feriadi dalam sambutannya mengatakan, UKDW telahmampu beradaptasi dengan kondisi pandemi saat ini. Ruang kelas yang tidak lagi digunakan untuk kegiatan tatap muka, saat ini dialihfungsikan. Salah satunya adalah Ruang H.1.1 ini yang dialihfungsikan menjadi ruang studio. Ruang studio Hagios ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran daring dan kegiatanakademiklainnya yang bertujuanuntukmenyebarkaninformasi yang bergunabagimasyarakat.

"Hal ini sesuai dengan rencana UKDW untuk merintis pembukaan program studi baru yaitu Humanitas (digital humanity). Ke depannya, studio digital ini dapat digunakan untuk memproduksi konten yang berhubungan dengan kemanusiaan dan menjadi pembaharuan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Fransisca Endang Lestariningsih selaku Kepala LPAIP menyampaikan paparan tentang arah dunia pendidikan tinggi pasca pandemi Covid-19. Dia menekankan beradaptasi dengan perubahan kebijakan pemerintah, kurikulum, organisasi, pedagogi, dan kepemimpinan yang terjadi.

“Complex problem solving, critical thinking, dan creativity menjadi tiga poin penting yang harus dimiliki civitasa kademika saat ini. Kedepannya resilience, stress tolerance, and flexibilitylah yang diperlukan,” tekannya.

Christian Nindyaputra Octarino selaku perwakilan dosen Fakultas Arsitektur dan Desain berharap supaya tidak hanya fokus dalam meningkatkan fasilitas, tetapi juga sumber daya manusia sehinggadapat memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mencapai tujuan bersama. Hal inipun diungkapkan oleh Jesslyn Septhia, selaku perwakilan mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi sekaligusKetua Badan Pengawas Mahasiswa Universitas.

“Saya berterima kasih untuk para dosen yang telah berusaha maksimal melaksanakan pembelajaranjarakjauh (PJJ). Saya berharap kita semua dapat beradaptasi dengan pandemi ini dan bisa memaksimalkan diri untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan lebih baik,” pungkasnya. (*/Met)

      

 


share on: