Unriyo Rumuskan KKN Tematik, Mahasiswanya Ada yang Ikut MemakamkanJenazah Korban Corona

share on:
Salah satu mahasiswa KKN Unriyo ikut memakamkan jenazah korban Covid-19 || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Di masa pandemi Covid-19, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) merumuskan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pecepatan penanggulangan Covid-19, bahkan ada yang terlibat langsung menjadi relawan kemanusiaan pemakaman jenazah terpapar Covid-19 

“KKN Tematik merupakan kegiatan yang terjadwal secara akademik, percepatan penanggulangan Covid-19 sangat srategis dilakukan melalui kegiatan ini,” terang Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unriyo, Hamzah

dalam keterangan pers yang diterima yogyapos.com, Jumat (30/7/2021).

Menurut dia, KKN Tematik merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa secara interdisipliner, institusional dan kemitraan sebagai salah satu wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi dengan menyasar warga terdampak Covid-19.

“Sasaran kegiatan KKN Tematik pada masa pandemi Covid-19 diantaranya kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang berada di lokasi sekitar mahasiswa tinggal yang berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP, orang dalam pengawasan atau ODP dan orang tanpa gejala atau OTG,” katanya.

Selain itu, imbuh dia, kegiatan juga membidik kepada masyarakat umum yang tidak terkena dampak sosial ekonomi oleh adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). "Juga menyasar masyarakat yang terkena dampak sosial akibat pemutusan hubungan kerja, yakni masyarakat yang berada di lokasi tempat tinggal mahasiswa saat ini yang rentan terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Christian Noviadi Prabowo salah peserta KKN warga

Kapanewon Tegalrejo, Kota Yogyakarta, mengungkapkan dirinya berinisiatif untuk bergabung menjadi tim relawan pemakaman jenazah Covid-19 dan ini merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa semester 6.

“Sebenarnya menjadi relawan Covid-19 sudah lama saya lakukan mulai dari penjagaan pintu masuk wilayah kampung saat lockdown sejak awal pandemi dan penyemprotan disinfektan untuk wilayah kampung, berhubung saat ini kekurangan personil untuk pemakaman maka saya memutuskan untuk terjun  di tempat kuliah,” ungkap pria yang akrab disapa Ian.

Katanya, banyak suka duka diperoleh semenjak terlibat sebagai relawan pemakaman jenazah Covid-19. Di wilayah

Kapanewon Tegalrejo, dirinya membawahi 4 Kelurahan yakni Karangwaru, Kricak, Bener dan Tegalrejo, pada 25 Juli 2021 merupakan pengalaman pertama dalam pemakaman.

“Sebagai sukarelawan Covid-19 sudah dilakukan sejak awal pandemi. Kami bersama dengan tujuh orang relawan yang tergabung dalam satu tim.

Sukanya dapat membantu sesama dan ikut berpartisipasi kemanusiaan ddi masa pandemic ini. Dukanya adanya kekhawatiran terpapar Covid-19 selama melakukan tugasnya membantu pemakaman jebazah Covid-19. Kami bertekad  akan meneruskan tugasnya selama masih dibutuhkan walaupun masa KKN telah berakhir,” katanya. (Eko Purwono)

 

 

 


share on: