Yogyapos.com (SLEMAN) - Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sleman periode 2025-2029 diketuai Untung Basuki Rahmat dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Daerah FPTI DIY Didik Wardaya, di Pendapa DPRD Sleman, Jumat (30/1/2026) siang.
BACa JUGA: Kapolda DIY Menonaktifkan Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Erning Wibowo
Didik Wardaya dalam sambutanya, menekankan tiga hal penting yang perlu dijadikan prioritas pada kepengurusan FPTI Sleman, antara lain konsolidasi organisasi, pembinaan atlet usia dini dan peningkatan kualitas atlet.Pihaknya berharap, jajaran pengurus yang dilantik segera menyusun program yang nyata dan terukur. Perlu dilakukan pembenahan dengan pembinaan yang berjenjang dan berkualitas, dimulai sejak usia dini.
BACA JUGA: Permohonan Advokat Alouvie Dikabulkan, PA Sleman Eksekusi Rumah di Maguwoharjo
"Dengan konsolidasi diharapkan FPTI Sleman semakin solid dan profesional, pembinaan atlet usia dini melalui sinergi dengan sekolah, mapala. Perlu juga adanya peningkatan kualitas atlet, pelatih sesuai standar internasional dan nasional," sebut Didik.
BACA JUGA: Terlalu! Ancaman Amerika ke Iran, Senator Indonesia: RI Jangan Terjebak Perangkap Politik Trump
"Dengan pembenahan dan pembinaan, diharapkan atlet-atlet Sleman akan lebih berprestasi, baik di Porda, Kejurda, Kejurnas, PON, hingga event nasional dan internasional," sambungnya.
BACA JUGA: Tim Dosen UAJY Lolos Pendanaan Riset Nasional BRIN
Untung Basuki Rahmat menyatakan optimis, FPTI Sleman dibawah kepemimpinanya mampu lebih berprestasi, tentunya dengan kekompakan, kolaborasi dengan berbagai pihak.
BACA JUGA: Kejari Sleman Terbitkan SKP2, Hogi Penabrak Dua Penjambret Tak Lagi Tersangka
Pihaknya ingin lebih memasyaratkan olahraga panjat tebing, salah satunya melalui sosialisasi di lembaga-lembaga pendidikan. Sebelumnya FPTI Sleman terbukti berhasil mencetak atlet berprestasi, antara lain Fitriyani peraih emas di Asian Games dan Seto.
BACa JUGA: Kasus Pencurian Kamera di Stand Fuji Film Amplaz Terungkap, Tersangkanya IRT Asal Ciledug
"Kami berencana akan keliling roadshow ke sekolah SMP, SMA untuk memperkenalkan olahraga panjat tebing ini, lebih dini," jelasnya.
Sudah dua periode bupati, menginginkan (punya) Wall panjat tebing, sampai hari ini belum pernah terrealisir, karena harga Wall tersebut kurang lebih Rp 5 hingga 10 miliar.
BACA JUGA: Jaksa Gunakan KUHP Baru Tuntut Pembawa Celurit 10 Bulan Penjara, Tim Advokat Tak Terima
Ketua Umum KONI Sleman, Haris Sutarta, menegaskan kedekatan emosional antara pengurus, pelatih dan atlet karena berdampak langsung pada performa untuk mencapai prestasi optimal.
BACa JUGA: LKBH Pandawa Laporkan Oknum Polisi ke Polda DIY atas Dugaan Penganiayaan Wanita
"Dibututuhkan kekompakan antara atlet, offisial, pelatih dan selalu berkomunikasi. Harapanya organisasi lebih solid dan bisa mencapai target maksimal," pesan Haris.
BACA JUGA: Tersangka Kasus Dugaan Kredit Fiktif BRI Banguntapan Ajukan Praperadilan terhadap Kejati DIY
Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutannya menyampaikan komitmen, Pemkab Sleman mendukung seluruh cabang olahraga di Sleman satu di antaranya cabor panjat tebing. Salah satu upaya dengan membangun sarana prasarana yang lebih memadai. Fasilitasi latihan yang memadai. Pihaknya mengaku sudah menyiapkan lahan 2 hektare di Sardonoharjo untuk fasilitas olahraga.. (Opo)
