Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnonomo, mengatakan Operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2021 di Wilayah Kabupaten Bantul merupakan ujud nyata dari pengamalan Pancasila di tengah masyarakat yang tujuannya memberdayakan masyarakat dan wilayahnya.
“Dalam TMMD dilakukan secara bersama dan senergis antara TNI dengan berbagai pihak termasuk oleh Pemerintah, Polri, Limmas dan masyarakat. Ini merupakan wujud kebersamaan dan gotong royong yang positif,” kata Joko dalam sambutannya pada penutupan dan serah terima hasil TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2021 Bantu, di Dusun Pandes Wonokromo, Pleret, Rabu (33/3/2021).
Disampaikan, dengan membuat akses jalan melalui TMMD menjadikan akses ekonomi pertanian dan perdagangan lebih di tempat ini menjadi lancar. Masyarakat terbantu oleh sarana prasarana itu.
Sementara itu, Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Inf Agus Indra Gunawan, dalam sambutanya berharap hasil TMMD dapat dirasakan oleh masyarakat. Ini merupakan salah satu bukti adanya kemanunggalan TNI dengan masyarakat dan berbagai pihak.
Pada kesempatan sama, Kapten Inf Winarto selaku Kepala Proyek TMMD Sengkuyung ini, dalam laporannya menyebutkan, TMMD kali ini sasarannya mengerjakan talud sepanjang 610 meter tinggi 1.10 meter dan corblok sepanjang 500 meter dengan tebal 0,10 meter. Pelaksanaan TMMD selama tanggal 2-30 Maret. Para personel yang dikerahkan mengerjakanya dari unsur TNI, Polri, Pemda, Tagana, Linmas dan masyarakat sebanyak 114 orang.
Pengerjaan non fisik berupa bidang pendidikan antara lain pendahuluan bela negara, wawsan kebangsaan, penanganan Covid-19 dan pertanian. Selain itu juga bidang hukum serta kamtibmas, penyuluhan narkoba, keagamaan, perikanan, peternakan maupun lingkungan hidup maupun kehutanan. Bidang non fisik yang lainnya kegiatan PKK, pelayanan publik dan kependudukan maupun bahaya terorisme dan radikal.
“Dalam hal ini bisa penghematan biaya. Jika diborongkan (melalui rekanan) menghabiskan biaya anggaran Rp sekitar 625 juta. Dengan TMMD hanya menghabiskan biaya anggaran sekitar Rp 562.500.000. Ini berarti menghemat biaya anggaran sekitar Rp 62.500.000,” jelas Winarto.
Di sela acara ini, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Bantul, Sri Nuryanti, menyatakan dengan adanya akses jalan setidaknya bisa dimanfaatkan para petani setempat. (Supardi)
